Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak (1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang, tepi Sungai Cicatih, Cibadak, Suka Bumi.

Awal Pakuan Pajajaran
Seperti tertulis dalam sejarah, akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah. Pemberontakan, saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, Jawa Barat.

Raden Baribin, salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. Tak sampai di situ saja, sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin.

Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit.

Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Disebut besan karena Jayadewata, putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal.

Untungnya, kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk.

Dewa Niskala menunjuk Jayadewata, anaknya, sebagai penerus kekuasaan. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. Demikianlah, akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.

Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.

Sumber Sejarah
Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.

Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:
• Prasasti Batu Tulis, Bogor
• Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
• Prasasti Kawali, Ciamis
• Prasasti Rakyan Juru Pangambat
• Prasasti Horren
• Prasasti Astanagede
• Tugu Perjanjian Portugis (padraõ), Kampung Tugu, Jakarta
• Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
• Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
• Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)

Segi Geografis Kerajaan Pajajaran
Terletak di Parahyangan (Sunda). Pakuan sebagai ibukota Sunda dicacat oleh Tom Peres (1513 M) di dalam “The Suma Oriantal”, ia menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta).

Kondisi Keseluruhan Kerajaan pajajaran (Kondisi POLISOSBUD), yaitu Kondisi Politik (Politik-Pemerintahan)

Kerajaan Pajajaran terletak di Jawa Barat, yang berkembang pada abad ke 8-16. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran, antara lain :

Daftar raja Pajajaran
• Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
• Surawisesa (1521 – 1535), bertahta di Pakuan
• Ratu Dewata (1535 – 1543), bertahta di Pakuan
• Ratu Sakti (1543 – 1551), bertahta di Pakuan
• Ratu Nilakendra (1551-1567), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
• Raga Mulya (1567 – 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda)
• Rahyang Niskala Wastu Kencana
• Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana)
• Sri Baduga MahaRaja
• Hyang Wuni Sora
• Ratu Samian (Prabu Surawisesa)
• dan Prabu Ratu Dewata.

Puncak Kejayaan/ Keemasan Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. Alasan ini pula yang banyak diingat dan dituturkan masyarakat Jawa Barat, seolah-olah Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna, senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat.

Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita Parahyangan.

Sang Maharaja membuat karya besar, yaitu ; membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren), kesatriaan (asrama prajurit), pagelaran (bermacam-macam formasi tempur), pamingtonan (tempat pertunjukan), memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan

Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula didalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis, di kisahkan para Juru Pantun dan penulis Babad, saat ini masih bisa terjejaki, namun tak kurang yang musnah termakan jaman.

Dari kedua Prasasti serta Cerita Pantun dan Kisah-kisah Babad tersebut diketahui bahwa Sri Baduga telah memerintahkan untuk membuat wilayah perdikan; membuat Talaga Maharena Wijaya; memperteguh ibu kota; membuat Kabinihajian, kesatriaan, pagelaran, pamingtonan, memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan

Puncak Kehancuran
Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.

Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.

Kondisi Kehidupan Ekonomi
Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian, terutama perladangan. Di samping itu, Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting, yaitu Pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda Kelapa (Jakarta), dan Cimanuk (Pamanukan)

Kondisi Kehidupan Sosial
Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat di golongan menjadi golongan seniman (pemain gamelan, penari, dan badut), golongan petani, golongan perdagangan, golongan yang di anggap jahat (tukang copet, tukang rampas, begal, maling, prampok, dll)

Kehidupan Budaya
Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Peninggalan-peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda, prasasti-prasasti, dan jenis-jenis batik.

Kesimpulan
• Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
• Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
• Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.

Kerajaan Tarumanegara

Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hinggaabad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Etimologi dan Toponimi[sunting | sunting sumber]

Kata tarumanagara berasal dari kata taruma dan nagara. Nagara artinya kerajaan atau negara sedangkan taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Citarum. Pada muara Citarum ditemukan percandian yang luas yaitu Percandian Batujaya danPercandian Cibuaya yang diduga merupakan peradaban peninggalan Kerajaan Taruma.[1]

Sumber Sejarah

Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada, tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi)[2]sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaumbrahmana.

Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh RajadirajaguruJayasingawarman pada tahun 358 M dan dia memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara.

Prasasti yang ditemukan

  1. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor
  2. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12 km oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
  3. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiyang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.
  4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor
  5. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor
  6. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor
  7. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor

Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane, Cianten dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang.

Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan, dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir.

Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno, yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut, yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. Pada zaman ini, aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16.

Prasasti Pasir Muara

Di Bogor, prasasti ditemukan di Pasir Muara, di tepi sawah, tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Dalam prasasti itu dituliskan :

ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda

Terjemahannya menurut Bosch:

Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda.

Karena angka tahunnya bercorak “sangkala” yang mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” (angka dibaca dari kanan), maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi.

Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun, seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane; namun pada tahun 1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Prasasti ini peninggalan Purnawarman, beraksara Palawa, berbahasa Sanskerta. Isinya adalah puisi empat baris, yang berbunyi:

vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam

Terjemahannya menurut Vogel:

Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara.

Selain itu, ada pula gambar sepasang “padatala” (telapak kaki), yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti “tanda tangan” pada zaman sekarang. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa II, sarga 3, halaman 161, di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama “Rajamandala” (raja daerah) Pasir Muhara.

Prasasti Telapak Gajah

Dua arca Wishnu dari Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. Tarumanagara sekitar abad ke-7 Masehi. Mahkotanya yang berbentuk tabung menyerupai gaya seni Khmer Kamboja.

Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi:

jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam

Terjemahannya:

Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa.

Menurut mitologi Hindu, Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I, sarga 1, gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. Bahkan diberitakan juga, bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah.

Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai “huruf ikal” yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah, matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang “bhramara” (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala “kemudaan” nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun.

Prasasti Jambu

Di daerah Bogor, masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris:

shriman data kertajnyo narapatir – asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam – padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam – bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam.

Terjemahannya menurut Vogel:

Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya.

Sumber berita dari luar negeri

Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok.

  1. Berita Fa Hien, tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti (“Jawadwipa”) hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan “beragama kotor” (maksudnya animisme). Ye Po Ti selama ini sering dianggap sebutan Fa Hien untuk Jawadwipa, tetapi ada pendapat lain yang mengajukan bahwa Ye-Po-Ti adalah Way Seputih di Lampung, di daerah aliran way seputih (sungai seputih) ini ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan kuno berupa punden berundak dan lain-lain yang sekarang terletak di taman purbakala Pugung Raharjo, meskipun saat ini Pugung Raharjo terletak puluhan kilometer dari pantai tetapi tidak jauh dari situs tersebut ditemukan batu-batu karang yg menunjukan daerah tersebut dulu adalah daerah pantai persis penuturan Fa hien[butuh rujukan]
  2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lo-mo (“Taruma”) yang terletak di sebelah selatan.
  3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo.

Dari tiga berita di atas para ahli[siapa?] menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.

Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma.

Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.

Kepurbakalaan Masa Tarumanagara

Candi Jiwa di situs Percandian Batujaya

No. Nama Situs Artefak Keterangan
1 Kampung Muara Menhir (3)
Batu dakon (2)
Arca batu tidak berkepala
Struktur Batu kali
Kuburan (tua)
2 Ciampea Arca gajah (batu) Rusak berat
3 Gunung Cibodas Arca Terbuat dari batu kapur
3 arca berdiri
arca raksasa
arca (?) Fragmen
Arca dewa
Arca dwarapala
Arca brahma Duduk diatas angsa
(Wahana Hamsa)
dilengkapi padmasana
Arca (berdiri) Fragmen kaki dan lapik
(Kartikeya?)
Arca singa (perunggu) Mus.Nas.no.771
4 Tanjung Barat Arca siwa (duduk) perunggu Mus.Nas.no.514a
5 Tanjungpriok Arca Durga-Kali Batu granit Mus.Nas. no.296a
6 Tidak diketahui Arca Rajaresi Mus.Nas.no.6363
7 Cilincing sejumlah besar pecahan settlement pattern
8 Buni perhiasan emas dalam periuk settlement pattern
Tempayan
Beliung
Logam perunggu
Logam besi
Gelang kaca
Manik-manik batu dan kaca
Tulang belulang manusia
Sejumlah besar gerabah bentuk wadah
9 Batujaya(Karawang) Unur (hunyur) sruktur bata Percandian
Segaran I
Segaran II
Segaran III
Segaran IV
Segaran V
Segaran VI
Talagajaya I
Talagajaya II
Talagajaya III
Talagajaya IV
Talagajaya V
Talagajaya VI
Talagajaya VII
10 Cibuaya Arca Wisnu I
Arca Wisnu II
Arca Wisnu III
Lmah Duwur Wadon Candi I
Lmah Duwur Lanang Candi II
Pipisan batu

Naskah Wangsakerta

Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. Sayangnya, naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah.

Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.

Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura—pertama kalinya nama “Sunda” digunakan.

Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 – 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Pustaka Jawadwipa, parwa I, sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.

Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?

Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 – 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.

Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak), yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII).

Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.

Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.

Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.

Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta

Raja-raja Tarumanegara
No Raja Masa pemerintahan
1 Jayasingawarman 358382
2 Dharmayawarman 382395
3 Purnawarman 395434
4 Wisnuwarman 434455
5 Indrawarman 455515
6 Candrawarman 515535
7 Suryawarman 535561
8 Kertawarman 561628
9 Sudhawarman 628639
10 Hariwangsawarman 639640
11 Nagajayawarman 640666
12 Linggawarman 666669

Menjaga Martabat Manusia dengan Menjauh Pergaulan Bebas dan Zina

Wahai pemuda yang mulia hatinya, ketahuilah bahwa pada dasarnya manusia diciptakan oleh AllahSWT disertai dengan akal, hati nurani, dan nafsu. Dalam dimensi nafsu, keadaan manusia tidak jauh berbeda dengan hewan atau binatang. Sama halnya dengan hewan, manusia membutuhkan makan dan minum. Yang membedakan adalah cara makan dan minum manusia bisa lebih mulia dari cara makan dan minumnya binatang. Kesamaan yang lain adalah manusia dan hewan sama-sama memiliki dorongan seksual dan kebutuhan biologis. Adapun yang membedakan adalah manusia diajarkan cara menyalurkan kebutuhan biologis yang lebih baik,lebih mulia, dan bermartabat. Mahasuci dan Maha Mulia Allah yang menghendaki manusia untuk menjadi makhluknya yang mulia dan bermartabat termasuk dalam hal menyalurkan kebutuhan biologis. Allah memberikan karunia nafsu biologis agar manusia dapat memiliki generasi atau keturunan. Disamping itu Allah mengajarkan agar hubungan seksual itu dilakukan dengan cara yang halal, baik, sehat, dan bermartabat. Hubungan itu dimulai dengan proses perkenalan (ta‟aruf) antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian berlanjut dengan lamaran (khitbah) lalu diteruskan dengan prosesi akad nikah. Setelah itu mereka berdua menjalani hubungan suami istri dalam bingkai rumah tangga yang bahagia. Subhanallah, demikian indah ajaran-Nya.Meskipun demikian banyak muda-mudi yang tidak memahamikeluhuran ajaran Allahini. Saat ini tidak sedikit manusia terjerumus kepada budaya pergaulan bebas. Pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa dilandasi tali pernikahan, bahkan pergauan bebas saat ini juga mengarah pada hubungan seksual antara sesama laki-laki dan sesama perempuan. Mereka tidak menyadari bahwa hal itu merupakan larangan keras dari Allah SWT dan menjadikan harkat dan martabat manusia menjadi lebih rendah dari binatang. Mereka hanya mengedepankan nafsu dan mengesampingkan hati nurani serta akal yang sehat.Wahai pemuda muslim yang cerdas, masa muda adalah masa yang sangat penting dan menentukan. Namun di sisi lain usia muda diwarnai dengan keinginan, cita-cita, dan rasa cinta yang meledak-ledak luar biasa. Sehingga saat inilah waktunya yang paling tepat bagi kalian memahami mengenai pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas dan perbuatan zina. Marilah kita jadikan potensi biologis yang dikaruniakan oleh Allah SWT menjadi kekuatan untuk melestarikan kehidupan manusia yang bermartabat, berkualitas, bernilai, dan penuh dengan rasa cinta dankasih sayang karena Allah SWT. Untuk itu marilah kita kaji firman-firman Allah SWT dan Hadis Rasulullah saw. yang terkait dengan masalah ini.

Pengertian Berzina

Pengertian zina adalah persetubuhan antara pria dan wanita yang tidak memiliki ikatan perkawinan yg sah menurut agama. Islam memandang perzinaan sebagai dosa besar yang dapat menghancurkan tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. Berzina dapat diibaratkan seperti memakai barang yang bukan menjadi hak miliknya. Perbuatan zina sangat dicela oleh agama dan dilaknat oleh Allah. Pelaku perzinaan dikenakan sanksi hukuman berat berupa rajam. Mengenai larangan berzina, Allah SWT berfirman dalamQS. Al-

Isra‟ ayat 32 yang artinya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, itu (zina) sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”.

Yang dimaksud perbuatan mendekati zina yang dilarang adalah berpacaran yang mengakibatkan pelakunya ingin melakukan zina. Mendekati sesuatu yang dapat merangsang nafsu sehingga mendorong diri kepada perbuatan zina juga termasuk perbuatan mendekati zina.Begitu pula dengan perbuatan yang berpotensi mendorong nafsu seperti menonton aurat dan mengkhayalkannya adalah mendekati perzinaan. Menurut Al-Ghazali, perbuatan keji (dosa besar) yang tampak adalah zina, sedangkan dosa besar yang tersembunyi adalah mencium,menyentuh kulit, dan memandang dengan syahwat.

Bentuk-bentuk Perzinaan

Apakah macam-macam perzinaan yang ada di masyarakat? Zina dibagi menjadi dua kategori,yaitu:

  1. Zina muhshan, yaitu zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan yangsudah pernah menikah. Hukuman zina muhshan adalah harus dirajam sampai mati, jika memenuhi saksi sejumlah empat orang
  1. Zina ghairu muhshan, yaitu zina yang dilakukan seorang laki-laki atau perempuan yang belum pernah menikah atau masih perjaka/gadis.Bagaimana cara mengetahui seseorang telah melakukan perzinaan? Untuk mengetahui apakah seseorang telah melakukan perbuatan zina atau tidak, hukum Islam menetapkan dua cara, yaitu:
  1. Membuktikan perbuatan zina dengan menghadirkan empat orang saksi. Syarat saksi-saksiyang diperbolehkan dalam kasus perzinaan adalah laki-laki, adil, dan memberikankesaksian yang sama tentang waktu, tempat, dan pelaku menjalankan perbuatan zina.
  1. Terdapat pengakuan dari pelaku sendiri bahwa dirinya telah berzina. Pelaku yangmembuat pernyataan berzina syaratnya harus sudah baligh dan berakal.

Dampak Negatif Perzinaan

Mengapa zina dilarang agama? Islam melarang perbuatan zina karena dampak negatifnya yang sangat besar. Akibat buruk yang ditimbulkan akibat perzinaan antara lain:

  1. Menghancurkan masa depan anak. Anak yang dihasilkan dari hubungan gelap (perzinaan) akan menghadapi masa kanak-kanaknya dengan tidak bahagia karena ia tidak memiliki identitas ayah yang jelas.
  1. Merusak keturunan yang sah bila perzinaan menghasilkan seorang anak atau lebih.Keturunan yang sah menurut Islam adalah anak yang dilahirkan dari pernikahan yang sah. Bila hubungan gelap itu dilakukan dengan dua atau lebih laki-laki, maka akan mengaburkan hubungan nasab atau keturunan kepada bapak yang sebenarnya.
  1. Mendorong perbuatan dosa besar yang lain, seperti menggugurkan kandungan, membunuh wanita yang telah hamil karena perzinaan, atau bunuh diri karena menanggung rasa malu telah berzina.
  1. Menimbulkan berbagai jenis penyakit kelamin seperti, misalnya AIDS, bila perzinaan dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Walaupun saat ini telah ada alat pengaman hubungan cekcual, namun hal tersebut tidak menjamin bebas tertular penyakit cekcual menular.
  1. Terjerat hukuman berupa rajam sebanyak seratus kali atau sampai mati. Hukuman sosial bagi keluarga pelaku zina juga berlaku di masyarakat, dan hukuman ini akan berlaku seumur hidup.

Hikmah Pengharaman Perilaku Zina

Perilaku zina merusak moral masyarakat dan melemahkan sendi-sendi kepribadian bangsa. Adapun hikmah pengharaman perilaku zina adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga keturunan agar terhindar dari ketidak jelasan nasab.
  2. Dapat menjaga kesucian dan martabat manusia.
  3. Hukuman berat bagi pelaku zina memberikan pelajaran bagi orang lain berupa rasa takut mendekati zina dan melakukannya.
  4. Terpelihara dari penyakit kotor yang ditimbulkan dari perzinaan seperti penyakit kelamindan AIDS.
  5. Terhindar dari kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan setelah melakukan perzinaan seperti pengguguran janin dan pembunuhan karena ingin menghindar dari rasa malu.

Cara Menghindari Perzinaan

Lalu, bagaimanakah cara menghindarkan diri dari perilaku zina? Beberapa cara efektif yang bisa kita lakukan untuk menghindarkan diri dari perbuatan zina adalah sebagai berikut:

  1. Hindari mendekati tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk berzina. Sekali kita melangkah masuk ke tempat tersebut, akan sulit untuk berpaling dari beragam kemaksiatan.
  2. Jangan mendekati hal-hal yang menjurus kepada perbuatan zina, seperti berpacaran, berciuman, berpelukan dengan lawan jenis, menonton film porno, atau membaca buku-buku yang di dalamnya terdapat konten pornografi. Mendekati hal-hal yang menjurus kepada zina akan menyebabkan orang tersebut terobsesi untuk melakukan perzinaan.
  1. Memilih teman bergaul yang saleh dan tidak suka mengunjungi tempat-tempat maksiat.Sebab, teman yang saleh akan menebarkan kebaikan kepada temannya, serta selalumengingatkan tentang bahaya perzinaan.
  1. Menambah ilmu pengetahuan agama dengan menghadiri majelis-majelis taklim. Selainitu, kita juga perlu mengunjungi orang-orang saleh yang akan mengingatkan diri untukselalu waspada terhadap godaan nafsu dan jebakan ilusi setan dalam perzinaan.
  1. Membaca buku-buku keislaman yang secara spesifik mengingatkan pembacanyamengenai bahaya perzinaan. Dengan memahami bahayanya, seseorang akan menyadari pentingnya menghindari zina dalam kehidupan bermasyarakat.
  1. Membaca Al-Quran sambil merenungi tafsirnya, mengindahkan sabda-sabda Nabi, danmendengarkan nasihat ulama tentang pentingnya menjauhi segala macam dosa, termasuk berzina dan mendekati zina.Pergaulan bebas masyarakat modern sangat rentan terhadap perilaku perzinaan. Mari menjagatingkah laku diri kita sehingga terhindar dari bahaya perzinaan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda dalam usaha membentengi keluarga dari akibat buruk perzinaan.

Dan di bawah ini adalah cara menghindari pergaulan bebas dan zinah dengan berpakaian islami presentation transcript

Cara Islam Mengatur Pergaulan Manusia Etika Pergaulan yang Baik Pergaulan Bebas 9 Kiat Agar Tidak Terjerumus Dalam Kelamnya Zina:

À            Menutup Aurat Anggota tubuh yg harus ditutupi aurat & tidak boleh diperlihatkan kepada orang yg bukan mahramnya, terutama kepada lawan jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta tidak menimbulkan fitnah. Anggota tubuh antara pusardan lutut. Aurat laki-laki Seluruh anggota tubuh kecuali muka.Aurat perempuan &telapak tangan. Dalam (QS. An Nur [24] : 31): “Janganlah mereka menampakkan perhiasannya selain yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dada mereka.”

À            Pakaian yang dikenakan juga tidak boleh : Ketat,Transparan/tipis, Memperlihatkan lekuk tubuh.

À            Menjauhi Perbuatan Zina Dalam pergaulan dgn lawan jenis haruslah ada jarak agar tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yg akan merusak pridasi pelakus endiri maupun masyarakat umum. Allah berfirman dalam surat Al-Isra‟ ayat 32: “Dan

À            janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan buruk.” Islam telah membuat batasan-batasan pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina : 1) Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuanyg bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat yg sepi maka yang ketiga adalah syetan. 2) Laki-laki & perempuan yg bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling besentuhan yg dilarang adalah sentuhan yg disengaja dan disertai nafsu birahi. Kecuali bersentuhan yg tidak disengaja & tidak disertai nafsu.

À            Pengertiaan Pergaulan Proses bergaul.  *Bebas Terlepas dari ikatan. *Proses bergaul dgn orang lain terlepas. *Pergaulan Bebas dari ikatan yg mengatur pergaulan. Penyebab 1) Sikap mental yang tidak sehat 2) Pelampiasan rasa kecewa 3)Kegagalan remaja menyerap norma Dampak 1) 2) 3) 4) 5) 6)Berkurangnya iman si penzina. Hilangnya sikap menjaga diri dari dosa. Menghilangkan rasa malu. Mematikan sinar di hatinya.Menjatuhkan kehormatan dan martabatnya.Menjatuhkan nama baik keluarga.

À            Etika Pergaulan yang Baik 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Mengucapkan Salam Meminta Izin Menghormati yg Lebih Tua dan Menyayangi yg Muda Bersikap Santun dan Tidak Sombong Berbicara dengan Sopan Tidak saling Menghina Tidak Saling membenci danIri Hati Mengisi Waktu luang dengan Kegiatan yang Bermanfaat Mengajak Orang Lainuntuk berbuat Kebaikan.

À            Ketahuilah Bahaya Zina Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro‟: 32) Jikaseseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakanakan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu

À            akan kembali padanya.”

À            Rajin Menundukkan Pandangan “Katakanlah kepada orang laki

À            -laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah merekamenahan  pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30

À            -31) – – Aku bertanyakepada Rasulullah shallallahu „ alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak disengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR.

À            Muslim no. 2159)

À            Menjauhi Campur Baur (Ikhtilath) yg Diharamkan Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barang siapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad 1/18)

À            Wanita Hendaklah Meninggalkan Tabarruj Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab :33).

À            Berhijab Sempurna di Hadapan Pria Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu,anak-anak perempuanmu dan isteri-

À            isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab: 59)

À            Wanita Hendaklah Betah Tinggal Di Rumah Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu ”(QS Al Ahzab: 33). Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297).

À            Hendaklah Wanita Menjalani Berbagai Adab Ketika Keluar Rumah Tidak memakai harum-haruman ketika keluar rumah.

À            Hendaklah wanita benar-benar menutup aurat dengansempurna ketika memasuki rumah yang terdapat kaum laki-laki. Hendaklahwanita berhias diri dengan sifat malu. Tidak bercampur baur dengan para pria.

À            Menghindari Jabat Tangan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom) Pertama:Bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan itu hanya diperbolehkan apabila tidak disertai dengan syahwat serta aman dari fitnah. Kedua: Hendaklah berjabat tangan itu sebatas ada kebutuhan saja, yaitu dengan kerabat atau semenda (besan) yang terjadi hubungan yang erat dan akrab diantara mereka; dan tidak baik hal ini diperluas kepada orang lain, demi membendung pintu kerusakan, menjauhi syubhat, mengambil sikap hati-hati, dan meneladani Nabi saw.

À            Hendaknya Wanita Meninggalkan Tutur Kata yang Mendayu-dayu Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32) Yang dimaksudkan “janganlah kamu tunduk dalam berbicara”, As Sudi mengatakan, “Janganlah wanitamendayu-dayukan kata-katanya ketika bercakap-cakap dengan kaum pria.”

keutamaan menuntut Ilmu

Klasifikasi Ilmu yang dapat saya simpulkan menurut Karya Syeikh Ibnu Al-Jauzy dalam Kitab Shoidul Khotir yang diurutkan berdasarkan keutamaannya adalah :

1. Ilmu Al-Qur’an ( Menghafalnya, lalu Qiraat / cara membacanya yang sampai 7 cara, tafsir dan asbabun nuzul/ sejarah turunnya ayat Al-Qur’an dll )
2. Ilmu Hadits ( Periwayatan, Cara menentukan kesohihan hadits, kisah para pengumpul Hadits dll)
3. Ilmu Bahasa Arab ( Nahwu dan Shorof juga sastra dll )

4. Ilmu Fiqih ( Fiqih berdasarkan masing-masing Madzhab, khilafiyah dan perbedaan masing2 madzhab )
5.  Sejarah Nabi dan Para Auliya ( Kisah2 Nabi dan Rasul, juga para ‘alim soleh )

Nah pertanyaannya adalah :
“Hmmm, apakah sejak kecil kita sudah mempelajari ilmu yang utama ini ya??”

Kenyataannya pendidikan di negeri ini, lebih mementingkan ilmu yang sepersekian persen saja kehebatannya. Karena sejak kecil, kurikulum aneh ini membuat kita sejak kecil sudah direcoki dengan ilmu yang tidak terlalu penting, karena pada dasarnya Ilmu seperti matematika, fisika, biologi merupakan pecahan/tetesan dari Ilmu utama tadi. Sehingga janganlah merasa heran, jika ilmu yang kita dapat pun selain tidak berkah (??), juga menyebabkan sepandai-pandainya ataupun sebrilyan apapun otak anak sekarang, tidak mampu menyamai kehebatan Ilmuwan, Tokoh Islam jaman dahulu.

Karena seperti disebutkan diatas tadi, yang kita pelajari hanyalah ilmu yang secuil saja, sedangkan jika dibandingkan Tokoh Islam dahulu, beliau adalah Ilmuwan sekaligus penghafal Al-Qur’an,Al-Hadits, Fiqih, ahli senjata, ahli Falaq (perbintangan), ahli sejarah!! Ilmuwan dahulu sejak kecil sudah memiliki visi untuk mengutamakan ilmu yang sangat utama terlebih dahulu, kemudian baru mempelajari ilmu yang sesuai dengan minat dan bidang yang sangat dikuasainya.

Nah, dari penjelasan singkat tadi semoga tergerak hati saudara/saudariku untuk mulai mempelajari ilmu-ilmu utama ini, meski umur anda sudah 34 tahun, atau 40-an bahkan 50-an , karena tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan. Oleh karena itu mari kita tuntut ilmu yg utama itu dan setelah kita menguasainya, lalu kita sebarkan ilmu itu untuk kebaikan kepada semua orang..Insya Allah.

Terakhir, sebagai penutup catatan pendek ini, saya cantumkan sebuah hadits yang semoga mampu makin memotivasi kita dalam menuntut ilmu..amiin!

Nah, ini sebuah Hadits penyemangat untuk para pencari Ilmu…
Smoga tetap istiqomah mencari ilmu sampai akhir hayat, lalu mengamalkannya..insya Allah..

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air.,.. ”
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu.

Larutan Buffer

Tujuan melakukan percobaan ini adalah untuk membuat larutan buffer pH 5 dari larutan CH3COOH 0,5 N dengan larutan NaOH serta membuktikan bahwa larutan buffer dapat mempertahankan pH-nya dengan penambahan H2SO4, KOH, NH4OH dan pengenceran.
Prosedur pada percobaan ini yaitu, membuat larutan buffer pH 5 dari larutan CH3COOH 0,5 N dengan larutan NaOH dalam 250 ml. Menguji ketahanan pH dengan penambahan aquadest. Menguji kebenaran pH dengan memasukkan kertas indikator universal ke dalam larutan tersebut. Mengulangi prosedur di atas dengan variabel yang berbeda yaitu,H2SO4 0,2 N, BaOH 0,3 N, dan NH4OH 0,25 N.
Dari percobaan ini diperoleh bahwa dengan penambahan aquadest (pengenceran) dengan volume yang berbeda yaitu sebesar 13,06 ml, 17,7 ml, dan 21,.04 ml tidak mengubah nilai pH-nya hal ini berarti pH larutan buffer tetap yaitu pH-nya 5. Untuk penambahan 0,66 ml, 1,91 ml, dan 4,05 ml H2SO4 0,1 N pH larutan buffer yaitu 5, 4, dan 3. Penambahan 0,66 ml, 1,91 ml, dan 4,05 ml KOH 0,35 N pH larutan buffer yaitu 5, 5, 5. Penambahan 0,66 ml, 1,91 ml, dan 4,05 ml Asam oksalat 0,2 N pH larutan buffer yaitu 4, 3, dan 1. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pada penambahan sedikit asam, sedikit basa atau pengenceran, larutan buffer dapat mempertahankan pH-nya. Sedangkan untuk penambahan asam atau basa yang relatif banyak maka pH larutan buffer akan berubah drastis. Hal ini sesuai
dengan sifat larutan buffer.

Larutan buffer atau yang disebut dengan larutan penyangga memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja dalam tubuh manusia, larutan penyangga berperan penting untuk dapat mempertahankan pH. Hal ini terjadi karena didalam cairan sel tubuh terdapat system penyangga, yaitu asam dihidrogen fosfat. Campuran penyangga ini berperan juga dalam system pengeluaran ion H+ pada ginjal. Di dalam tubuh manusia ginjal memiliki peranan yang sangat penting, diantaranya yaitu :
1. untuk membuang zat sisa dari tubuh
2. mengatur kesetimbangan zat elektrolit dan tekanan darah
3. merangsang pertumbuhan sel darah merah.
Selain itu, didalam darah juga terdapat larutan penyangga. Pada saat berolahraga, kecepatan denyut jantung, tekanan darah, dan jumlah darah yang di pompa per denyut jantung akan meningkat. Akibatnya, aliran darah ke jantung, otot, dan kulit akan lancar dan tidak dan tidak tersumbat. Selama melakukan olahraga, otot yang menyimpan glukosa di dalamnya memerlukan oksigen untuk mengubah energi kimia menjadi energi gerak. Oksigen yang digunakan oleh otot tersebut berasal dari hemoglobin darah. Perubahan energi yang terjadi di otot akan menghasilkan gas CO2 dan ion H+ sehingga pH darah akan turun. pH darah memiliki rentang antara 7,35 sampai 7,45. Bila pH darah lebih kecil dari 7,35 disebut asidosis dan bila pH darah lebih besar dari 7,45 disebut alkalosis. Jika pH darh lebih kecil dari 7,0 atau lebih besar dari 7,8 maka dapat menimbulkan kematian.
Untuk menjaga pH agar tidak banyak berubah maka dalam darah terdapat system penyangga, yaitu asam karbonat dan ion bikarbonat. Reaksi kesetimbangan larutan penyangga dalam darah (asam karbonat dan bikarbonat) sebagai berikut :

H3O+(aq) + HCO3-(aq) H2CO3(aq) + H2O(l) 2H2O(l) + Cl2(g)

Berdasarkan reaksi diatas, proses pertama merupakan reaksi asam basa dimana asam karbonat tidak bertindak sebagai asam dan air bertindak sebagai basa. Basa konjugasi untuk asam karbonat adalah ion bikarbonat. Asam karbonat juga berdisosiasi dengan cepat untuk menghasilkan air dan karbondioksida. Proses kedua bukan reaksi asam basa. Akan tetapi, proses ini penting untuk mengetahui kapasitas larutan penyangga dalam darah.

Dasar Teori
Larutan penyangga atau larutan buffer atau larutan dapar merupakan suatu larutan yang dapat menahan perubahan pH yang besar ketika ion – ion hidrogen atau hidroksida ditambahkan, atau ketika larutan itu diencerkan.
(Underwood, A.L., 2002 ).
Buffer dapat dibagi menjadi 3 jenis sesuai kapasitasnya, yaitu buffer yang kapasitasnya 0; buffer yang kapasitasnya tak hingga; sertabuffer yang kapasitasnya dibatasi sebanyak n. Buffer dengan kapasitas terbatas inilah yang disebut sebagai bounded-buffer.
Salah satu ilustrasi proses yang menggunakan bounded buffer adalah proses produsen-konsumen, dimana produsen menaruh data ke dalam buffer untuk kemudian diambil oleh konsumen. Masalah yang timbul adalah buffer yang kemudian menjadi critical section. Pada satu waktu, hanya 1 proses yang boleh memasuki critical section, dengan demikian buffer hanya bisa diakses oleh produser saja atau konsumen saja pada 1 waktu. Masalah berikutnya adalah ketika produsen ingin menaruh data, namun buffer penuh, atau ketika konsumen ingin mengambil data, namun buffer masih kosong. Ini adalah salah satu masalah sinkronisasi klasik yang dikenal pula dengan nama bounded-buffer problem atau producer-consumer problem.(www.boundedbuffer.co.id)
Secara umum, larutan buffer mengandung pasangan asam – basa konjugat atau terdiri dari campuran asam lemah dengan garam yang mengandung anion yang sama dengan asam lemahnya, atau basa lemah dengan garam yang mengandung kation yang sama dengan basa lemahnya. Oleh karena mengandung komponen asam dan basa tersebut, larutan buffer dapat bereaksi dengan asam (ion H+) maupun dengan basa (ion OH-) apa saja yang memasuki larutan. Oleh karena itu, penambahan sedikit asam ataupun sedikit basa ke dalam larutan buffer tidak mengubah pH-ny
Larutan penyangga dapat dibedakan atas larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Apabila asam lemah dicampur dengan basa konjugasinya maka akan terbentuk larutan buffer asam, dimana larutannya mempertahankan pH pada daerah asam (pH 7). Misalnya larutan campuran NH3 dengan ion amonium (NH4+). Larutan buffer basa juga dapat terjadi dari campuran suatu basa lemah dengan suatu asam kuat di mana basa lemah dicampurkan berlebih. Misalnya 50 mL amoniak 0,2 M dicampur dengan 50 mL asam klorida 0,1 M. Reaksi dissosiasinya adalah sebagai berikut :
NH3(aq) + H2O OH-(aq) + NH4+(aq)
Basa lemah
NH4Cl(aq) Cl-(aq) + NH4+(aq)
Asam konjugasi
Atau dapat jugaberupa sebagai berikut :
NH3(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq)
Reaksi ion :
NH3(aq) + H+(aq) NH4+(aq)
(basa lemah) (asam konjugasi)
(Underwood, A.L., 2002 ).
Larutan Buffer Asam

HA(aq) A-(aq) + H+(aq)
Penambahan asam kuat atau ion H+ pada larutan ini akan meningkatkan jumlah ion H+ dalam larutan, maka akan mendesak ion H+ yang ada, sehingga menggeser reaksi kesetimbangan ke kiri. Pergeseran ini menyebabkan jumlah ion A- dalam larutan berkurang karena digantikan oleh jumlah ion A- dari garam sehingga jumlahnya relatif tetap untuk mempertahankan kesetimbangan tersebut. Ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH. Jika yang ditambahkan ke dalam larutan adalah basa, maka ion OH- yang berasal dai basa tersebut akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan atau pH larutan buffer asam tersebut tetap stabil atau bertahan.
Rumus : asam lemah + basa konjugasinya
Larutan seperti itu dapat terjadi dari :
Campuran asam lemah dengan garamnya
Contoh : CH3COOH + NaOH —— CH3COONa
(Underwood, A.L., 2002 ).
Apabila suatu basa lemah dicampur dengan asam konjugasinya maka akan terbentuk suatu larutan buffer basa. Larutan ini akan mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Misalnya larutan campuran NH3 dengan ion amonium (NH4+). Larutan buffer basa juga dapat terjadi dari campuran suatu basa lemah dengan suatu asam kuat di mana basa lemah dicampurkan berlebih. Misalnya 50 mL amoniak 0,2 M dicampur dengan 50 mL asam klorida 0,1 M. Reaksi dissosiasinya adalah sebagai berikut :
NH3(aq) + H2O OH-(aq) + NH4+(aq)
Basa lemah
NH4Cl(aq) Cl-(aq) + NH4+(aq)
Asam konjugasi
Atau dapat jugaberupa sebagai berikut :
NH3(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq)
Reaksi ion :
NH3(aq) + H+(aq) NH4+(aq)
(basa lemah) (asam konjugasi)

Cara kerja larutan penyangga untuk mempertahankan pH terhadap penambahan asam kuat maupun basa kuat adalah sebagai berikut :Qaq
(Underwood, A.L., 2002 ).
Larutan Buffer Asam

HA(aq) A-(aq) + H+(aq)

Penambahan asam kuat atau ion H+ pada larutan ini akan meningkatkan jumlah ion H+ dalam larutan, maka akan mendesak ion H+ yang ada, sehingga menggeser reaksi kesetimbangan ke kiri. Pergeseran ini menyebabkan jumlah ion A- dalam larutan berkurang karena digantikan oleh jumlah ion A- dari garam sehingga jumlahnya relatif tetap untuk mempertahankan kesetimbangan tersebut. Ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH. Jika yang ditambahkan ke dalam larutan adalah basa, maka ion OH- yang berasal dai basa tersebut akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan atau pH larutan buffer asam tersebut tetap stabil atau bertahan.
Rumus : asam lemah + basa konjugasinya
Larutan seperti itu dapat terjadi dari :
Campuran asam lemah dengan garamnya
Contoh : CH3COOH + NaOH —— CH3COONa
(Underwood, A.L., 2002 ).
Larutan Buffer Basa

B(aq) + H2O(l) OH-(aq) + BH+(aq)

Jika ke dalam larutan ditambahkan suatu asam kuat, maka ion H+ yang berasal dari asam itu akan mengikat atau bereaksi dengan ion OH-. Hal itu menyebabkan kesetimbangan larutan menjadi bergeser ke kanan sehingga konsentasi ion OH- dapat dipertahankan atau dengan kata lain pH larutan stabil atau dapat bertahan. Demikian juga pada penambahan suatu basa kuat, jumlah ion OH- dalam larutan akan bertambah. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan larutan menjadi bergeser ke kiri sehingga konsentasi ion OH- dapat dipertahankan dan pH larutan tidak berubah.
Dalam praktek analisis kualitatif anorganik, konsentrasi ion hidrogen perlu disesuaikan konsentrasinya sampai nilai tertentu sebelum melakukan uji percobaan tertentu dan menjaga agar kosentrasi ion hidrogen itu tetap, selama jalannya proses analisa.
Bila suatu asam lemah dan garamnya, misal campuran CH3COOH dan CH3COONa. Dalam larutan natrium asetat, seperti pada setiap garam yang lain, hampir sempurna berdisosiasi. Tetapi disosiasi asam asetat, diabaikan

CH3COOH CH3COO- + H+

Hal ini karena terdapatnya beberapa ion CH3COO- dalam jumlah yang banyak yang diperoleh dari dissosiasi CH3COONa., akan mnggeser kesetimbangan ke arah pembentukan asam asetat (CH3COOH) yang tidak terdisosiasi yaitu ke arah ruas kiri persamaan di atas. Larutan ini akan mempunyai pH tertentu dan pH ini akan bertahan baik sekali, bahkan jika ditambahkan asam atau basa dalam jumlah yang banyak.
(Underwood, A.L., 2002 ).
Larutan buffer juga dapat dibuat dengan melarutkan suatu basa lemah dengan garamnya secara bersamaan. Larutan campuran dari amonium hidroksida dengan amonium klorida menunjukkan ketahanan terhadap ion hidrogen, karena ion hidrogen bereaksi dengan amonium hidroksida yang tak terdisosisasi itu. Sedangkan terhadap ion hidrogen didasarkan atas pembentukan basa yang tak terdisosiasi dari ion – ion amonium yang berasal dari garamnya. (Underwood, A.L., 2002 ).
NH4+ + OH- NH4OH
Konsentrasi ion hidrogen dapat dihitung dari tinjauan – tinjauan tentang kesetimbangan kimia yang terdapat dalam larutan – larutan demikian. pH larutan buffer bergantung pada Ka asam lemah atau Kb basa lemah serta perbandingan konsentrasi sama dengan konsentrasi basa konjugasi atau konsentrasi basa dengan konsentrasi asam konjugasi dalam larutan tersebut. (Underwood, A.L., 2002 ).
Dalam beberapa keadaan mungkin penting untuk menentukan pH larutan secara eksperimen ada berbagai macam cara. Tergantung dari ketelitian yang diinginkan atau diperlukan dan instrumen – instrumen yang tersedia diantaranya adalah :
1. Pemakaian indikator dan kertas uji indikator;
Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda – beda sesuai dengan konsentrasi ion-hirdrogen. Ia umumnya merupakan suatu asam atau basa organk lemah, yang dipakai dalam larutan yang sangat encer. Asam atau basa indikator yang tak terdisosiasi mempunyai warna yang berbeda –beda dengan hasil dissosiasinya. Dalam hal indikator itu suatu asam, HInd, disosiasi berlangsung menurut kesetimbangan

HInd H+ + Ind-
Warna anion indikator, Ind-, berbeda dari asam indikatornya. Jika larutan yang kepadanya ditambahkan indikator itu, adalah suatu asam, yaitu mengandung ion – ion hidrogen dala jumlah besar, kesetimbangan di atas akan bergeser ke kiri, yaitu warna asam indikator yang tak terdisosiasi menjadi kelihatan. Tetapi jika larutan menjadi basa, yaitu ion – ion hidrogen dihilangkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan anion indikator, dan warna larutan berubah. Perubahan warna terjadi dalam daerah jangka pH yang sempit, tetapi tertentu.
2. Penentuan pH secara kolorimetri;
Prinsip – prinsip dalam menentukan pH larutan secara eksperimen, dapat dengan lebih tepat dengan memakai buffer – buffer dan larutan indikator dalam jumlah – jumlah yang diketahui, dan membandingkan warna larutan uji dengan seperangkat larutan baku pembanding (referensi) pada kondisi – kondisi eksperimen yang identik.
3. Penentuan pH secara potensiometri;
Di antara ketiga macam bentuk penentuan pH diatas yang paling tepat untuk mengukur pH adalah dengan cara penentuan pH secara potensimetri. Cara ini digunakan berdasarkan atas pengukuran tegangan gerak elektrik suatu sel elektrokimia, yang mengandung larutan yang tidak diketahui pH-nya sebagai elektrolit, dan duah buah elektrode. Elektrode – elektrode ini dihubungkan dengan terminal – terminal sebuah voltmeter elektronik, yang kebanyakan disebut pH – meter saja. Jika telah dikalibrasi dengan baik dengan suatu buffer yang sesuai yang diketahui pH – nya, pH larutan yang tidak diketahui itu dapat dibaca langsung dari skala.
4. Pengukuran tegangan elektrik ( t.g.l. = e.m.f., electromotive force)
Pengukuran tegangan elektrik suatu sel elektrokimia dapat dianggap sebagai nilai mutlak perbedaan potensial elektrode dari kedua elektrode tersebut. Kedua elektrode yang dipakai untuk membentuk sel elektrokimia tersebut, mempunyai peranan yang berbeda dalam pengukuran, dan harus dipilih yang sesuai. Salah satu elektrode, dinamakan elektrode indikator, mendapat potensial yang bergantung pada pH larutan. Dalam praktek, elektrode dari kaca dipakai sebagai elektrode indikator. Di lain pihak, elektrode yang kedua, harus mempunyai potensial yang tetap, tak tergantung pada pH larutan, yang terhadapnya potensial elektrode indikator dapat dibandingkan dalam pelbagai larutan. Itulah sebabnya elektrode yang kedua disebut elektrode pemabnding (referensi). Dalam pengukuran – pengukuran pH, elektrode kalomel (yang jenuh) dipakai sebagai elektrode pembanding. Elektrode kalomel pada dasarnya adalah elektrode merkurium (raksa), yang potensial elektrode-nya bergantung semata – mata pada konsentrasi ion merkurium(I) (Hg22+) dalam larutan dengan mana ia bersentuhan.
Table Komposisi kaca yang dipakai dalam pembuatan electrode – electrode kaca.
Li2O Na2O Cs2O CaO BaO La2O3 SiO2
Kaca Dole
Kaca Perley
Kaca Litium – barium –
28

24 21,4

– –
3

– 6,4

– –

8 –
4

– 72,2
65

68

(Vogel. Analisis Anorgaik Kualitatif Makro dan Semimikro. 1979)

Keefektifan suatu larutan penyangga dalam menahan perubahan pH persatuan asam atau basa kuat ditambahkan, mencapai nilai maksimumnya ketika rasio asam penyangga terhadap garam adalah satu. Dalam titrasi asam lemah, titik maksimum keefektifan ini dicapai bila asam tersebut ternetralkan separuh, atau pH = pKa.
Kapasitas suatu penyangga merupakan ukuran keefektifannya dalam perubahan pH pada penambahan asam atau basa. Semakin besar konsentrasi asam dan basa konjugasinya, semakin besar kapasitas penyangga. Kapasitas penyangga dapat didefinisikan secara kuantitatif dengan jumlah mol basa kuat dibutuhkan untuk mengubah pH 1 L larutan sebesar 1 pH satuan. Dalam menyiapkan suatau penyangga dengan pH yang diinginkan, seorang analis harus memilih suatu sistem asam – garam (atau basa – garam) di mana pKa asam tersebut sedekat mungkin ke pH yang diinginkan. Dengan pemilihan ini, rasio asam per garam mendekati satu, dan diperoleh keefektifan maksimal atau peningkatan atau penurunan pH. Konsentrasi sebenarnya dari asam dan garam yang dipakai tergantung pada ketahanan yang diinginkan untuk mengubah pH.
Keefektifan suatu larutan penyangga dapat diketahui dari kapasitas buffer.

β = jumlah basa yang ditambah
Perubahan pH oleh pertambahan basa

( Day, R.A, Underwood, A.L. Analisa Kimia Kuantitatif. 2002).
Kita dapat membuat larutan buffer dari pasangan asam – basa konjugat, dengan tetapan ionisasi asam mendekati konsentrasi ion H+ yang diharapkan. Kesetimbangan dari larutan penyangga yang terdiri dari asam lemah dan garamnya adalah sebagai berikut :
HA H+ + A-

Tetapan kesetimbanagan disosiasi dari persamaan kesetimbangan disosiasi di atas adalah :

Ka = [ H+ ] [ A- ]
[ HA ]

( Day, R.A, Underwood, A.L. Analisa Kimia Kuantitatif. 2002).
2.2 Aplikasi Idustri
Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) sebagai Salah Satu Indikator untuk Meningkatkan Kualitas Perapian
Estuari merupakan daerah ekosistem pesisir yang produktif ,tapi linhgkungannya paling mudah terganggu akibat kegiatan manusia ,maupun proses alamiyah , perairan estarinmerupakan sebagai tujuan akhir dari suatu aliran sungai ,sehingga daerah estuarin ini kondisi perairannya dinamis karena menerima beba dari daratan debit air sungai pada daerah ini akan terjadi proses fisika dan kimia , pencemaran air adalah penambahan unsure atau organisme laut kedalaman air, sehingga pemanfaatannya dapat terganggu.
Oksigen terlarut dibutuhka oleh semua jasad hidup untuk pernapasan , proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan . Sealin itu oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organic dan anorganik dalam proses aerobic . Oksige memegang peranan penting sebagai indicator kualitas perairan , karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan oganik dan anorganik, sealin itu oksigen menentukan khas biologis yang dilakukan oleh organisme aerobik atau anaerobic
Telah diketahui bahwa ksigen beroeran sebagai pengoksidasi dan perekdusi bahan kimia beracun menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak beracun , disamping itu oksigen juga sangat dibbutuhkan oleh mikroorganisme untuk pernapasan
Analisa oksigen terlarut dapat dibedakan menjadi / ditentuka dengan 2 macam cara yaitu 1. metode titrasi dengan cara winkler
2.metode elektrokimia
Derajat keasaman (pH) air pengenceran biasanya berkisar antara 6,5-8,5 dan untuk menjaga agar pH nya tetap konstan bias digunakan larutan penyangga fosfat.
Tabel tingkqt pencemaran perairan berdasarkan nilai DO dan BOD
Tinkat pencemaran DO (ppm) BOD (ppm)
Rendah >5 0-10
Sedang 0-5 10-20
Tinggi 0 25

Asam adalah senyawa yang dapat menyumbangkan atau memberikan proton, yaitu ion H ke senyawa atau ke zat lain. Basa adalah senyawa yang dapat menerima proton, yaitu ion H dari senyawa atau zat lain
(Underwood, A.L., 2002 ).
Asam konjugasi adalah asam yang terbentuk ketika suatu basa menerima ion H Basa konjugasi adalah bagian asam yang tersisa ketika suatu asam memberikan ion H+ . Larutan buffer asam mengalami reaksi kesetimbangan dissosiasi sebagai berikut :
CH3COOH(aq) + H2O(l) H3O+ (aq) + CH3COO-(aq)
Asam lemah
CH3COONa(aq) Na+ (aq) + CH3COO- (aq)
Basa konjugasi
(Underwood, A.L., 2002 ).
Atau dapat juga berupa sebagai berikut :
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) CH3COOHNa(aq) + H2O(l)
Reaksi ion :
CH3COOH(aq) + OH-(aq) CH3COO-(aq) + H2O(l)
(asam lemah) (basa konjugasi)
Apabila suatu basa lemah dicampur dengan asam konjugasinya maka akan terbentuk suatu larutan buffer basa. Larutan ini akan mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Misalnya larutan campuran NH3 dengan ion amonium (NH4+). Larutan buffer basa juga dapat terjadi dari campuran suatu basa lemah dengan suatu asam kuat di mana basa lemah dicampurkan berlebih. Misalnya 50 mL amoniak 0,2 M dicampur dengan 50 mL asam klorida 0,1 M. Reaksi dissosiasinya adalah sebagai berikut :
NH3(aq) + H2O OH-(aq) + NH4+(aq)
Basa lemah
NH4Cl(aq) Cl-(aq) + NH4+(aq)
Asam konjugasi
Atau dapat jugaberupa sebagai berikut :
NH3(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq)
Reaksi ion :
NH3(aq) + H+(aq) NH4+(aq)
(basa lemah) (asam konjugasi)
Cara kerja larutan penyangga untuk mempertahankan pH terhadap penambahan asam kuat maupun basa kuat adalah sebagai berikut :
(Underwood, A.L., 2002 ).

Larutan Buffer Asam

HA(aq) A-(aq) + H+(aq)

Penambahan asam kuat atau ion H+ pada larutan ini akan meningkatkan jumlah ion H+ dalam larutan, maka akan mendesak ion H+ yang ada, sehingga menggeser reaksi kesetimbangan ke kiri. Pergeseran ini menyebabkan jumlah ion A- dalam larutan berkurang karena digantikan oleh jumlah ion A- dari garam sehingga jumlahnya relatif tetap untuk mempertahankan kesetimbangan tersebut. Ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH. Jika yang ditambahkan ke dalam larutan adalah basa, maka ion OH- yang berasal dai basa tersebut akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan atau pH larutan buffer asam tersebut tetap stabil atau bertahan.
Rumus : asam lemah + basa konjugasinya
Larutan seperti itu dapat terjadi dari :
• Campuran asam lemah dengan garamnya
Contoh : CH3COOH + NaOH —— CH3COONa
(Underwood, A.L., 2002 ).

Larutan Buffer Basa

B(aq) + H2O(l) OH-(aq) + BH+(aq)
Jika ke dalam larutan ditambahkan suatu asam kuat, maka ion H+ yang berasal dari asam itu akan mengikat atau bereaksi dengan ion OH-. Hal itu menyebabkan kesetimbangan larutan menjadi bergeser ke kanan sehingga konsentasi ion OH- dapat dipertahankan atau dengan kata lain pH larutan stabil atau dapat bertahan. Demikian juga pada penambahan suatu basa kuat, jumlah ion OH- dalam larutan akan bertambah. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan larutan menjadi bergeser ke kiri sehingga konsentasi ion OH- dapat dipertahankan dan pH larutan tidak berubah.
(Underwood, A.L., 2002 ).
Dalam praktek analisis kualitatif anorganik, konsentrasi ion hidrogen perlu disesuaikan konsentrasinya sampai nilai tertentu sebelum melakukan uji percobaan tertentu dan menjaga agar kosentrasi ion hidrogen itu tetap, selama jalannya proses analisa. Bila suatu asam lemah dan garamnya, misal campuran CH3COOH dan CH3COONa. Dalam larutan natrium asetat, seperti pada setiap garam yang lain, hampir sempurna berdisosiasi. Tetapi disosiasi asam asetat, diabaikan

CH3COOH CH3COO- + H+

Hal ini karena terdapatnya beberapa ion CH3COO- dalam jumlah yang banyak yang diperoleh dari dissosiasi CH3COONa., akan mnggeser kesetimbangan ke arah pembentukan asam asetat (CH3COOH) yang tidak terdisosiasi yaitu ke arah ruas kiri persamaan di atas. Larutan ini akan mempunyai pH tertentu dan pH ini akan bertahan baik sekali, bahkan jika ditambahkan asam atau basa dalam jumlah yang banyak.
(Underwood, A.L., 2002 ).
Larutan buffer juga dapat dibuat dengan melarutkan suatu basa lemah dengan garamnya secara bersamaan. Larutan campuran dari amonium hidroksida dengan amonium klorida menunjukkan ketahanan terhadap ion hidrogen, karena ion
hidrogen bereaksi dengan amonium hidroksida yang tak terdisosisasi itu. Sedangkan terhadap ion hidrogen didasarkan atas pembentukan basa yang tak terdisosiasi dari ion – ion amonium yang berasal dari garamnya.
NH4+ + OH- NH4OH
Konsentrasi ion hidrogen dapat dihitung dari tinjauan – tinjauan tentang kesetimbangan kimia yang terdapat dalam larutan – larutan demikian. pH larutan buffer bergantung pada Ka asam lemah atau Kb basa lemah serta perbandingan konsentrasi sama dengan konsentrasi basa konjugasi atau konsentrasi basa dengan konsentrasi asam konjugasi dalam larutan tersebut.
(Underwood, A.L., 2002 ).
Kita dapat membuat larutan buffer dari pasangan asam – basa konjugat, dengan tetapan ionisasi asam mendekati konsentrasi ion H+ yang diharapkan. Kesetimbangan dari larutan penyangga yang terdiri dari asam lemah dan garamnya adalah sebagai berikut :

HA H+ + A-

Tetapan kesetimbanagan disosiasi dari persamaan kesetimbangan disosiasi di atas adalah :

Ka = [ H+ ] [ A- ]
[ HA ]

dengan menata ulang persamaan ini, diperoleh persamaan untuk konsentrasi ion H+ , yaitu :

[ H+ ] = Ka [ HA] …………………………( 1 )
[ A- ]

Asam bebasnya yang terdapat, hampir tidak terdisosiasi sama sekali, karena adanya ion A-, dalam jumlah yang banyak yang berasal dari garamnya. Maka konsentrasi asam ( c ) hampir sama konsentrasi asam yang tidak terdisosiasi,

ca = [ HA ] ………………………………( 2 )

Oleh sebab sama, maka konsentrasi total garam ( c ) akan hampir sama pula dengan konsentrasi anionnya.
cs = [ A- ] ………………………………( 3 )

penggabungan dari persamaan – persamaan 1, 2, 3 dapat dinyataan sebagai berikut dengan konsentrasi hidrogen sebagai pH.

[ H+ } = Ka . Ca
cs
maka,
pH = pKa + log cs
ca

Sama halnya, bila buffer basa yang terbuat dari basa lemah MOH dan garamnya, yang mengandung kation M+, maka kesetimbangan disosiasinya yang terjadi dalam larutan adalah sebagai berikut :

MOH H+ + OH-
Maka untuk tetapan kesetimbangan disosiasinya dinyatakan sebagai berikut :

Kb = [ M+ ] [ OH- ]
[ MOH ]
(Underwood, A.L., 2002 ).

dengan pertimbangan – pertimbangan yang serupa, kikta dapat menuliskan untuk konsentrasi total basa c, dan untuk konsentrasi garam c, maka untuk konsentrasi total basa ( cb ) :
cb = [ MOH ]
dan untuk konsentrasi garam ( cs ) :

cs = [ M+ ]

maka didapatkan konsentrasi ion hidrogen dari buffer :

H+ = Kw . c¬s
Kb cb

karena dalam setiap larutan air sembarang, hasil kali ion air

Kw = [ H+ ] [ OH- ] = 10-14
Maka, pH = 14 – pKb – log cs
cb
Dimana, 14 = – log Kw = pKw
(Vogel. 1979)
Keefektifan suatu larutan penyangga dalam menahan perubahan pH persatuan asam atau basa kuat ditambahkan, mencapai nilai maksimumnya ketika rasio asam penyangga terhadap garam adalah satu. Dalam titrasi asam lemah, titik maksimum keefektifan ini dicapai bila asam tersebut ternetralkan separuh, atau pH = pKa.
(Vogel. 1979)
Kapasitas suatu penyangga merupakan ukuran keefektifannya dalam perubahan pH pada penambahan asam atau basa. Semakin besar konsentrasi asam dan basa konjugasinya, semakin besar kapasitas penyangga. Kapasitas penyangga dapat didefinisikan secara kuantitatif dengan jumlah mol basa kuat dibutuhkan untuk mengubah pH 1 L larutan sebesar 1 pH satuan.
(Vogel. 1979
Dalam menyiapkan suatau penyangga dengan pH yang diinginkan, seorang analis harus memilih suatu sistem asam – garam (atau basa – garam) di mana pKa asam tersebut sedekat mungkin ke pH yang diinginkan. Dengan pemilihan ini, rasio asam per garam mendekati satu, dan diperoleh keefektifan maksimal atau peningkatan atau penurunan pH. Konsentrasi sebenarnya dari asam dan garam yang dipakai tergantung pada ketahanan yang diinginkan untuk mengubah pH.
( Underwood, 2002).
Keefektifan suatu larutan penyangga dapat diketahui dari kapasitas buffer.
β = jumlah basa yang ditambah
Perubahan pH oleh pertambahan basa

Kita telah melihat bagaimana cara menghitung konsentrasi pasangan asam – basa konjugat yang dibutuhkan untuk menyiapkan suatu penyangga dengan pH dan kapasistas tertentu. Jika kita menyiapkan larutan tersebut dan kemudian mengukur pH dan kapasitas tertentu. Jika kita menyiapkan larutan tersebut dan kemudian mengukur pH-nya dalam laboratorium, kita mungkin akan menemukan bahwa nilai yang terukur sedikit berbeda dari nilia yang dihitung. Paling tidak ada tiga alasan untuk perbedaan tersebut :
1. Ketidak pastian dalam nilai tetapan disosiasi asam dan basa lemah;
2. Galat yang disebabkan oleh pendekatan yang digunakan dalam perhitungan kita;
3. Efek aktivitas.
( Underwood, 2002).

Biasanya kekuatan ion suatu penyangga cukup tinggi untuk menyebabkan koefisien aktivitas sangat menyimpang dari satu.Nilai pH percobaan secara normal diukur dalam laboratorium dengan metode potensiometrik, menggunakan suatu elektroda kaca dan pH meter. Ketika kita menyiapkan penyangga untuk penggunaan dalam laboratorium, kita dapat mengukur pH menggunakan sebuah pH meter yang telah dikalibrasi dengan penyangga yang diekomendasikan oleh NIST.
Sistem asam basa yang umumnya dipakai untuk menyiapkan penyangga dalam laboratorium antara lain :
• Asam ftalat – kalium hidrogen ftalat, kalium dihidrogen fosfst – dikalium hidrogen fosfst, dan asam borat – natrium borat, pH 2 sampai 10, yang dikenal sebagai penyangga Clark dan Lubs;
• Asam sitrat – dinatrium hidrogen fosfat, pH 2 sampai 8, yang dikenal sebagai penyangga Mcllvaine;
• Natrium karbonat – natrium bikarbonat, pH 9,6 sampai 11;
• Dinatrium hidrogen fosfat – natrium hidroksida, pH 10,9 sampai 12.
( Underwood, 2002).

Larutan penyangga mempunyai sifat dapat menyangga (mempertahankan) pH terhadap pengaruh penambahan sedikit asam atau basa. Jadi pH larutan penyangga tidak akan berubah banyak krena adanya penambahan sedikit asam atau basa. Begitu juga oleh pengaruh pengenceran, pH larutan penyangga tidak akan berubah. Pada pengaruh pengenceran pada larutan buffer, pH atau pOH berbanding lurus dengan lurus degan mol asam lemah atau basa lemah dan berbanding terbalik dengan mol garamnya. Banyaknya mol tersebut tidak akan berubah oleh pengaruh pengenceran. Akibatnya, konsentrasi H+ atau OH- juga tidak akan berubah.
Perubahan pH larutan penyangga dan bukan penyangga ditunjukkan dalam bentuk grafik berikut ini :

10

8
pH
6

4
1 0,5 0 0,5 1
mol H+ mol OH-
Grafik perubahan pH larutan penyangga pada penambahan asam dan basa kuat.
10

7

1 0
mol H+ mol OH-
Grafik perubahan pH larutan bukan buffer pada penambahan asam kuat dan basa kuat.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan sifat – sifat larutan penyangga sebagai berikut :
pH larutan penyangga praktis tidak berubah pada penambahan sedikit asam kuat atau sedikit basa kuat atau pengenceran.
pH larutan penyangga berubah pada penambahan asam kuat atau basa kuat yang relatif banyak, yaitu apabila asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan menghabiskan komponen larutan penyangga itu, maka pH larutan akan berubah drastis.
Daya penahan suatu larutan penyangga bergantung pada jumlah mol komponennya, yaitu jumlah mol asam lemah dan basa konjugasinya atau jumlah mol basa lemah dan asam konjugasinya.
( Underwood, 2002).
Dalam beberapa keadaan mungkin penting untuk menentukan pH larutan secara eksperimen ada berbagai macam cara. Tergantung dari ketelitian yang diinginkan atau diperlukan dan instrumen – instrumen yang tersedia diantaranya adalah :
1. Pemakaian indikator dan kertas uji indikator;
Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda – beda sesuai dengan konsentrasi ion-hirdrogen. Ia umumnya merupakan suatu asam atau basa organk lemah, yang dipakai dalam larutan yang sangat encer. Asam atau basa indikator yang tak terdisosiasi mempunyai warna yang berbeda –beda dengan hasil dissosiasinya. Dalam hal indikator itu suatu asam, HInd, disosiasi berlangsung menurut kesetimbangan

HInd H+ + Ind-
Warna anion indikator, Ind-, berbeda dari asam indikatornya. Jika larutan yang kepadanya ditambahkan indikator itu, adalah suatu asam, yaitu mengandung ion – ion hidrogen dala jumlah besar, kesetimbangan di atas akan bergeser ke kiri, yaitu warna asam indikator yang tak terdisosiasi menjadi kelihatan. Tetapi jika larutan menjadi basa, yaitu ion – ion hidrogen dihilangkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan anion indikator, dan warna larutan berubah. Perubahan warna terjadi dalam daerah jangka pH yang sempit, tetapi tertentu.
( Underwood, 2002).

2. Penentuan pH secara kolorimetri;
Prinsip – prinsip dalam menentukan pH larutan secara eksperimen, dapat dengan lebih tepat dengan memakai buffer – buffer dan larutan indikator dalam jumlah – jumlah yang diketahui, dan membandingkan warna larutan uji dengan seperangkat larutan baku pembanding (referensi) pada kondisi – kondisi eksperimen yang identik.
( Underwood, 2002).

3. Penentuan pH secara potensiometri;
Di antara ketiga macam bentuk penentuan pH diatas yang paling tepat untuk mengukur pH adalah dengan cara penentuan pH secara potensimetri. Cara ini digunakan berdasarkan atas pengukuran tegangan gerak elektrik suatu sel elektrokimia, yang mengandung larutan yang tidak diketahui pH-nya sebagai elektrolit, dan duah buah elektrode. Elektrode – elektrode ini dihubungkan dengan terminal – terminal sebuah voltmeter elektronik, yang kebanyakan disebut pH – meter saja. Jika telah dikalibrasi dengan baik dengan suatu buffer yang sesuai yang diketahui pH – nya, pH larutan yang tidak diketahui itu dapat dibaca langsung dari skala.
( Underwood, 2002).

4. Pengukuran tegangan elektrik ( t.g.l. = e.m.f., electromotive force)
Pengukuran tegangan elektrik suatu sel elektrokimia dapat dianggap sebagai nilai mutlak perbedaan potensial elektrode dari kedua elektrode tersebut. Kedua elektrode yang dipakai untuk membentuk sel elektrokimia tersebut, mempunyai peranan yang berbeda dalam pengukuran, dan harus dipilih yang sesuai. Salah satu elektrode, dinamakan elektrode indikator, mendapat potensial yang bergantung pada pH larutan. Dalam praktek, elektrode dari kaca dipakai sebagai elektrode indikator. Di lain pihak, elektrode yang kedua, harus mempunyai potensial yang tetap, tak tergantung pada pH larutan, yang terhadapnya potensial elektrode indikator dapat dibandingkan dalam pelbagai larutan. Itulah sebabnya elektrode yang kedua disebut elektrode pemabnding (referensi). Dalam pengukuran – pengukuran pH, elektroda kalomel (yang jenuh) dipakai sebagai elektroda pembanding. Elektroda kalomel pada dasarnya adalah elektroda merkurium (raksa), yang potensial elektroda-nya bergantung semata – mata pada konsentrasi ion merkurium(I) (Hg22+) dalam larutan dengan mana ia bersentuhan.

Table Komposisi kaca yang dipakai dalam pembuatan electrode – electrode kaca.
Li2O Na2O Cs2O CaO BaO La2O3 SiO2
Kaca Dole
Kaca Perley
Kaca Litium – barium –
28

24 21,4

– –
3

– 6,4

– –

8 –
4

– 72,2
65

68

(Vogel. 1979)

Ahli fisiologi Claude Bernard adalah orang yang pertama menegaskan bahwa fluida tubuh menyediakan suatu “lingkungan-dalam” di mana sel – sel tubuh hidup dan melakukan berbagai fungsi – fungsi mereka dan terlindungi dari lingkuangan-luar yang berubah – ubah. Jaringan hidup sangat peka terhadap perubahan komposisi fluida yang melingkupinya, dan mekanisme pengaturan dalam tubuh yang menjaga konstanynya lingkungan-dalam tersebut teridisri dari salah satu fase yang paling penting dalam studi ilmu – ilmu biologi.
(Vogel. 1979)
Aspek yang sangat penting dari pengaturan ini adalah pemeliharaan pH yang mendekati konstan dalam darah dan fluida – fluida lain dalam tubuh. Zat – zat yang karakternya bersifat asam atau alkali terkandung dalam makanan dan terbentuk terus – menerus oleh reaksi – reaksi metabolisme, tetapi pH darah tetap konstan dalam satuan pH (7,35 sampai 7,45).

Dua jalan utama untuk penghilangan asam dari tubuh adalah paru – paru dan ginjal. Diperkirakan bahwa dalam suatu hari manusia dewas normal menghilangkan asam tersebut, kira – kira 30 liter asam 1 M melalui paru – paru, dan kira – kira 100 mL asam 1 M melalui ginjal. Untuk menangani asam sebanyak itu, orang dewasa
normal mempunyai cukup penyangga dalam kurang lebih 5 liter darah untuk menyerap sekitar 150 mL asam 1 M. akseptor proton yang terdapat dalam jaringan, seperti otot, dapat menangani sekitar lima kali banyaknya asam dalam penyangga darah.
(Vogel. 1979)
Penyangga – penyangga utama dalam darah adalah protein, bikarbonat, fosfat, hemoglobin (HHb), dan oksihemoglobin (HHbO2). Karbon dioksida dibentuk secara metabolis dalam jaringan dan dibawa oleh darah terutama sebagai ion bikarbonat. Reaksi yang lazimnya adalah

H2O + CO2(aq) + Hb-(aq) HHb(aq) + HCO3-
Basa Asam ke paru – paru

Perhatikan bahwa H2CO3 merupakan asam yang lebih kuat (pKa1 = 6,1 pada kondisi dalam darah) dari pada hemoglobin (pKa = 7,93); sehingga reaksi di atas cenderung bergeser menuju ke kanan. Dalam darah, pada pH 7,4; rasio bikaboat terhadap CO2 bebas dapat dihitung dari persamaan
7,4 = 6,1 + log [ HCO3- ]
[ CO2 ]

rasio [ HCO3- ] / [ CO2 ] sekitar 20 :1, menunjukkan bahwa bentuk yang dominan dalam darah adalah ion bikarbonat.

Dalam paru – paru, karbon dioksida dilepaskan oleh reaksi

HCO3-(aq) + HHbO2(aq) HbO2-(aq) + H2O + CO2(g)
Ke jaringan dibuang

Ketika darah dioksigenasi dalam paru – paru, hemoglobin diubah menjadi oksihemoglobin. Karena oksihemoglobin merupakan asam yang lebih kuat ( pKa = 6,68 ) daripada hemoglobin, maka hal ini memudahkan konversi HCO3- menjadi CO3 dengan reaksi di atas.
Sistem buffer fosfat terdapat terutama dalam sel – sel darah merah. Reaksinya adalah
H2PO4- + H2O HPO42- H3O+
pKa H2PO4- sekitar 7,2 sehingga sistem ini mempertunjukkan keefektifan maksimal yang sangat dekat ke pH fisiologis.
(Vogel. 1979)
Dalam dunia medis, gangguan pH darah terlihat pada penyakit – penyakit tertentu. Misalnya, diabetes yang tidak terawat kadang meningkatkan keasaman yang bisa berakibat fatal. Kegagalan ginjal, atau nefritis kronis, menyebabkan retensi H2PO4- dan peningkatan jumlah karbon dioksida dalam darah:
H2PO4- + HCO3- HPO42- + H20 + CO2
(Underwood . 2002).

Sifat fisik dan kimia bahan yang digunakan :
 HCl
1. Mudah larut dalam air;
2. Berwujud cair;
3. BM 3,5
4. Semua garam kloridanya larut dalam air kecuali AgCl, HgCl, dan PbCl2.
 NaOH
1. Mudah larut dalam air;
2. Bersifat higroskopik;
3. Berbentuk padatan dan berwarna putih;
4. BM 40

 CH3COOH
1. Kelarutannya normal kecuali perak dan merkurium(I) asetat yang sedikit larut;
2. Mudah larut dalam air;
3. Tidak berwarna dengan bau menusuk;
4. Titik didih 117o , titik lebur 17o
5. BM 60,05
6. Densitas di pasaran 1,05
7. Mudah bercampur dengan air dalam semua perbandingan;
8. Bersifat korosif terhadap kulit manusia

Fungsi larutan penyangga
System larutan penyangga banyak digunakan pada berbaggai reaksi yang memerlukan pH tetap misalnya :
• Kerja enzim hanya efektif pada pH tertentu, berarti memerlukan system penyangga
• Dalam sel tubuh diperlukan system penyangga
• Untuk mempertahankan pH darah sekitar 7,3-7,5 diperlukan system penyangga dari H2CO3 dan HCO3
• Untuk mempertahankan pada pH murni diperlukan system penyangga dari NaH2PO4 dan Na2HPO4

2.2 Aplikasi Idustri
Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) sebagai Salah Satu Indikator untuk Meningkatkan Kualitas Perapian

Estuari merupakan daerah ekosistem pesisir yang produktif ,tapi linhgkungannya paling mudah terganggu akibat kegiatan manusia ,maupun proses alamiyah , perairan estarinmerupakan sebagai tujuan akhir dari suatu aliran sungai ,sehingga daerah estuarin ini kondisi perairannya dinamis karena menerima beba dari daratan debit air sungai pada daerah ini akan terjadi proses fisika dan kimia , pencemaran air adalah penambahan unsure atau organisme laut kedalaman air, sehingga pemanfaatannya dapat terganggu.
Oksigen terlarut dibutuhka oleh semua jasad hidup untuk pernapasan , proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan . Sealin itu oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organic dan anorganik dalam proses aerobic . Oksige memegang peranan penting sebagai indicator kualitas perairan , karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan oganik dan anorganik, sealin itu oksigen menentukan khas biologis yang dilakukan oleh organisme aerobik atau anaerobic
Telah diketahui bahwa ksigen beroeran sebagai pengoksidasi dan perekdusi bahan kimia beracun menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak beracun , disamping itu oksigen juga sangat dibbutuhkan oleh mikroorganisme untuk pernapasan
Analisa oksigen terlarut dapat dibedakan menjadi / ditentuka dengan 2 macam cara yaitu 1. metode titrasi dengan cara winkler
2.metode elektrokimia
Derajat keasaman (pH) air pengenceran biasanya berkisar antara 6,5-8,5 dan untuk menjaga agar pH nya tetap konstan bias digunakan larutan penyangga fosfat.
Tabel tingkqt pencemaran perairan berdasarkan nilai DO dan BOD

Tinkat pencemaran DO (ppm) BOD (ppm)
Rendah >5 0-10
Sedang 0-5 10-20
Tinggi 0 25
Larutan buffer juga dapat dibuat dengan melarutkan suatu basa lemah dengan garamnya secara bersamaan. Larutan campuran dari amonium hidroksida dengan amonium klorida menunjukkan ketahanan terhadap ion hidrogen, karena ion hidrogen bereaksi dengan amonium hidroksida yang tak terdisosisasi itu. Sedangkan terhadap ion hidrogen didasarkan atas pembentukan basa yang tak terdisosiasi dari ion – ion amonium yang berasal dari garamnya. (Underwood, A.L., 2002 ).
NH4+ + OH- NH4OH
Konsentrasi ion hidrogen dapat dihitung dari tinjauan – tinjauan tentang kesetimbangan kimia yang terdapat dalam larutan – larutan demikian. pH larutan buffer bergantung pada Ka asam lemah atau Kb basa lemah serta perbandingan konsentrasi sama dengan konsentrasi basa konjugasi atau konsentrasi basa dengan konsentrasi asam konjugasi dalam larutan tersebut. (Underwood, A.L., 2002 ).
Dalam beberapa keadaan mungkin penting untuk menentukan pH larutan secara eksperimen ada berbagai macam cara. Tergantung dari ketelitian yang diinginkan atau diperlukan dan instrumen – instrumen yang tersedia diantaranya adalah :
1. Pemakaian indikator dan kertas uji indikator;
Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda – beda sesuai dengan konsentrasi ion-hirdrogen. Ia umumnya merupakan suatu asam atau basa organk lemah, yang dipakai dalam larutan yang sangat encer. Asam atau basa indikator yang tak terdisosiasi mempunyai warna yang berbeda –beda dengan hasil dissosiasinya. Dalam hal indikator itu suatu asam, HInd, disosiasi berlangsung menurut kesetimbangan

HInd H+ + Ind-
Warna anion indikator, Ind-, berbeda dari asam indikatornya. Jika larutan yang kepadanya ditambahkan indikator itu, adalah suatu asam, yaitu mengandung ion – ion hidrogen dala jumlah besar, kesetimbangan di atas akan bergeser ke kiri, yaitu warna asam indikator yang tak terdisosiasi menjadi kelihatan. Tetapi jika larutan menjadi basa, yaitu ion – ion hidrogen dihilangkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan anion indikator, dan warna larutan berubah. Perubahan warna terjadi dalam daerah jangka pH yang sempit, tetapi tertentu.
2. Penentuan pH secara kolorimetri;
Prinsip – prinsip dalam menentukan pH larutan secara eksperimen, dapat dengan lebih tepat dengan memakai buffer – buffer dan larutan indikator dalam jumlah – jumlah yang diketahui, dan membandingkan warna larutan uji dengan seperangkat larutan baku pembanding (referensi) pada kondisi – kondisi eksperimen yang identik.
3. Penentuan pH secara potensiometri;
Di antara ketiga macam bentuk penentuan pH diatas yang paling tepat untuk mengukur pH adalah dengan cara penentuan pH secara potensimetri. Cara ini digunakan berdasarkan atas pengukuran tegangan gerak elektrik suatu sel elektrokimia, yang mengandung larutan yang tidak diketahui pH-nya sebagai elektrolit, dan duah buah elektrode. Elektrode – elektrode ini dihubungkan dengan terminal – terminal sebuah voltmeter elektronik, yang kebanyakan disebut pH – meter saja. Jika telah dikalibrasi dengan baik dengan suatu buffer yang sesuai yang diketahui pH – nya, pH larutan yang tidak diketahui itu dapat dibaca langsung dari skala.
4. Pengukuran tegangan elektrik ( t.g.l. = e.m.f., electromotive force)
Pengukuran tegangan elektrik suatu sel elektrokimia dapat dianggap sebagai nilai mutlak perbedaan potensial elektrode dari kedua elektrode tersebut. Kedua elektrode yang dipakai untuk membentuk sel elektrokimia tersebut, mempunyai peranan yang berbeda dalam pengukuran, dan harus dipilih yang sesuai. Salah satu elektrode, dinamakan elektrode indikator, mendapat potensial yang bergantung pada pH larutan. Dalam praktek, elektrode dari kaca dipakai sebagai elektrode indikator. Di lain pihak, elektrode yang kedua, harus mempunyai potensial yang tetap, tak tergantung pada pH larutan, yang terhadapnya potensial elektrode indikator dapat dibandingkan dalam pelbagai larutan. Itulah sebabnya elektrode yang kedua disebut elektrode pemabnding (referensi). Dalam pengukuran – pengukuran pH, elektrode kalomel (yang jenuh) dipakai sebagai elektrode pembanding. Elektrode kalomel pada dasarnya adalah elektrode merkurium (raksa), yang potensial elektrode-nya bergantung semata – mata pada konsentrasi ion merkurium(I) (Hg22+) dalam larutan dengan mana ia bersentuhan.
Table Komposisi kaca yang dipakai dalam pembuatan electrode – electrode kaca.
Li2O Na2O Cs2O CaO BaO La2O3 SiO2
Kaca Dole
Kaca Perley
Kaca Litium – barium –
28

24 21,4

– –
3

– 6,4

– –

8 –
4

– 72,2
65

68

(Vogel. Analisis Anorgaik Kualitatif Makro dan Semimikro. 1979)

Keefektifan suatu larutan penyangga dalam menahan perubahan pH persatuan asam atau basa kuat ditambahkan, mencapai nilai maksimumnya ketika rasio asam penyangga terhadap garam adalah satu. Dalam titrasi asam lemah, titik maksimum keefektifan ini dicapai bila asam tersebut ternetralkan separuh, atau pH = pKa.
Kapasitas suatu penyangga merupakan ukuran keefektifannya dalam perubahan pH pada penambahan asam atau basa. Semakin besar konsentrasi asam dan basa konjugasinya, semakin besar kapasitas penyangga. Kapasitas penyangga dapat didefinisikan secara kuantitatif dengan jumlah mol basa kuat dibutuhkan untuk mengubah pH 1 L larutan sebesar 1 pH satuan. Dalam menyiapkan suatau penyangga dengan pH yang diinginkan, seorang analis harus memilih suatu sistem asam – garam (atau basa – garam) di mana pKa asam tersebut sedekat mungkin ke pH yang diinginkan. Dengan pemilihan ini, rasio asam per garam mendekati satu, dan diperoleh keefektifan maksimal atau peningkatan atau penurunan pH. Konsentrasi sebenarnya dari asam dan garam yang dipakai tergantung pada ketahanan yang diinginkan untuk mengubah pH.
Keefektifan suatu larutan penyangga dapat diketahui dari kapasitas buffer.

β = jumlah basa yang ditambah
Perubahan pH oleh pertambahan basa

( Day, R.A, Underwood, A.L. Analisa Kimia Kuantitatif. 2002).

Kita dapat membuat larutan buffer dari pasangan asam – basa konjugat, dengan tetapan ionisasi asam mendekati konsentrasi ion H+ yang diharapkan. Kesetimbangan dari larutan penyangga yang terdiri dari asam lemah dan garamnya adalah sebagai berikut :

HA H+ + A-

Tetapan kesetimbanagan disosiasi dari persamaan kesetimbangan disosiasi di atas adalah :
Ka = [ H+ ] [ A- ]
[ HA ]

dengan menata ulang persamaan ini, diperoleh persamaan untuk konsentrasi ion H+ , yaitu :

[ H+ ] = Ka [ HA] …………………………( 1 )
[ A- ]

Asam bebasnya yang terdapat, hampir tidak terdisosiasi sama sekali, karena adanya ion A-, dalam jumlah yang banyak yang berasal dari garamnya. Maka konsentrasi asam ( c ) hampir sama konsentrasi asam yang tidak terdisosiasi,

ca = [ HA ] ………………………………( 2 )

Oleh sebab sama, maka konsentrasi total garam ( c ) akan hampir sama pula dengan konsentrasi anionnya.

cs = [ A- ] ………………………………( 3 )

penggabungan dari persamaan – persamaan 1, 2, 3 dapat dinyataan sebagai berikut dengan konsentrasi hidrogen sebagai pH.

[ H+ } = Ka . Ca
cs
maka,
pH = pKa + log cs
ca

Sama halnya, bila buffer basa yang terbuat dari basa lemah MOH dan garamnya, yang mengandung kation M+, maka kesetimbangan disosiasinya yang terjadi dalam larutan adalah sebagai berikut :

MOH H+ + OH-

Maka untuk tetapan kesetimbangan disosiasinya dinyatakan sebagai berikut :

Kb = [ M+ ] [ OH- ]
[ MOH ]

dengan pertimbangan – pertimbangan yang serupa, kikta dapat menuliskan untuk konsentrasi total basa c, dan untuk konsentrasi garam c, maka untuk konsentrasi total basa ( cb ) :

cb = [ MOH ]

dan untuk konsentrasi garam ( cs ) :

cs = [ M+ ]

maka didapatkan konsentrasi ion hidrogen dari buffer :

H+ = Kw . c¬s
Kb cb
karena dalam setiap larutan air sembarang, hasil kali ion air

Kw = [ H+ ] [ OH- ] = 10-14
Maka, pH = 14 – pKb – log cs
cb
Dimana, 14 = – log Kw = pKw
(Vogel. Analisis Anorgaik Kualitatif Makro dan Semimikro. 1979)

Keefektifan suatu larutan penyangga dalam menahan perubahan pH persatuan asam atau basa kuat ditambahkan, mencapai nilai maksimumnya ketika rasio asam penyangga terhadap garam adalah satu. Dalam titrasi asam lemah, titik maksimum keefektifan ini dicapai bila asam tersebut ternetralkan separuh, atau pH = pKa.
Kapasitas suatu penyangga merupakan ukuran keefektifannya dalam perubahan pH pada penambahan asam atau basa. Semakin besar konsentrasi asam dan basa konjugasinya, semakin besar kapasitas penyangga. Kapasitas penyangga dapat didefinisikan secara kuantitatif dengan jumlah mol basa kuat dibutuhkan untuk mengubah pH 1 L larutan sebesar 1 pH satuan.

Dalam menyiapkan suatau penyangga dengan pH yang diinginkan, seorang analis harus memilih suatu sistem asam – garam (atau basa – garam) di mana pKa asam tersebut sedekat mungkin ke pH yang diinginkan. Dengan pemilihan ini, rasio asam per garam mendekati satu, dan diperoleh keefektifan maksimal atau peningkatan atau penurunan pH. Konsentrasi sebenarnya dari asam dan garam yang dipakai tergantung pada ketahanan yang diinginkan untuk mengubah pH. ( Day, R.A, Underwood, A.L. Analisa Kimia Kuantitatif. 2002).

Keefektifan suatu larutan penyangga dapat diketahui dari kapasitas buffer.

β = jumlah basa yang ditambah
Perubahan pH oleh pertambahan basa

Kita telah melihat bagaimana cara menghitung konsentrasi pasangan asam – basa konjugat yang dibutuhkan untuk menyiapkan suatu penyangga dengan pH dan kapasistas tertentu. Jika kita menyiapkan larutan tersebut dan kemudian mengukur pH dan kapasitas tertentu. Jika kita menyiapkan larutan tersebut dan kemudian mengukur pH-nya dalam laboratorium, kita mungkin akan menemukan bahwa nilai yang terukur sedikit berbeda dari nilia yang dihitung. Paling tidak ada tiga alasan untuk perbedaan tersebut :

Ketidak pastian dalam nilai tetapan disosiasi asam dan basa lemah;
Galat yang disebabkan oleh pendekatan yang digunakan dalam perhitungan kita;
Efek aktivitas.

Biasanya kekuatan ion suatu penyangga cukup tinggi untuk menyebabkan koefisien aktivitas sangat menyimpang dari satu.Nilai pH percobaan secara normal diukur dalam laboratorium dengan metode potensiometrik, menggunakan suatu elektroda kaca dan pH meter. Ketika kita menyiapkan penyangga untuk penggunaan dalam laboratorium, kita dapat mengukur pH menggunakan sebuah pH meter yang telah dikalibrasi dengan penyangga yang diekomendasikan oleh NIST.
Sistem asam basa yang umumnya dipakai untuk menyiapkan penyangga dalam laboratorium antara lain :
Asam ftalat – kalium hidrogen ftalat, kalium dihidrogen fosfst – dikalium hidrogen fosfst, dan asam borat – natrium borat, pH 2 sampai 10, yang dikenal sebagai penyangga Clark dan Lubs;
Asam sitrat – dinatrium hidrogen fosfat, pH 2 sampai 8, yang dikenal sebagai penyangga Mcllvaine;
Natrium karbonat – natrium bikarbonat, pH 9,6 sampai 11;
Dinatrium hidrogen fosfat – natrium hidroksida, pH 10,9 sampai 12.
( Day, R.A, Underwood, A.L. Analisa Kimia Kuantitatif. 2002).

Larutan penyangga mempunyai sifat dapat menyangga (mempertahankan) pH terhadap pengaruh penambahan sedikit asam atau basa. Jadi pH larutan penyangga tidak akan berubah banyak krena adanya penambahan sedikit asam atau basa. Begitu juga oleh pengaruh pengenceran, pH larutan penyangga tidak akan berubah. Pada pengaruh pengenceran pada larutan buffer, pH atau pOH berbanding lurus dengan lurus degan mol asam lemah atau basa lemah dan berbanding terbalik dengan mol garamnya. Banyaknya mol tersebut tidak akan berubah oleh pengaruh pengenceran. Akibatnya, konsentrasi H+ atau OH- juga tidak akan berubah.
Perubahan pH larutan penyangga dan bukan penyangga ditunjukkan dalam bentuk grafik berikut ini :

10

8
pH
6

4
1 0,5 0 0,5 1
mol H+ mol OH-
Grafik perubahan pH larutan penyangga pada penambahan asam dan basa kuat.

10

7

1 0
mol H+ mol OH-

Grafik perubahan pH larutan bukan buffer pada penambahan asam kuat dan basa kuat.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan sifat – sifat larutan penyangga sebagai berikut :
pH larutan penyangga praktis tidak berubah pada penambahan sedikit asam kuat atau sedikit basa kuat atau pengenceran.

pH larutan penyangga berubah pada penambahan asam kuat atau basa kuat yang relatif banyak, yaitu apabila asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan menghabiskan komponen larutan penyangga itu, maka pH larutan akan berubah drastis.
Daya penahan suatu larutan penyangga bergantung pada jumlah mol komponennya, yaitu jumlah mol asam lemah dan basa konjugasinya atau jumlah mol basa lemah dan asam konjugasinya.
Dalam beberapa keadaan mungkin penting untuk menentukan pH larutan secara eksperimen ada berbagai macam cara. Tergantung dari ketelitian yang diinginkan atau diperlukan dan instrumen – instrumen yang tersedia diantaranya adalah :

1. Pemakaian indikator dan kertas uji indikator;
Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda – beda sesuai dengan konsentrasi ion-hirdrogen. Ia umumnya merupakan suatu asam atau basa organk lemah, yang dipakai dalam larutan yang sangat encer. Asam atau basa indikator yang tak terdisosiasi mempunyai warna yang berbeda –beda dengan hasil dissosiasinya. Dalam hal indikator itu suatu asam, HInd, disosiasi berlangsung menurut kesetimbangan

HInd H+ + Ind-

Warna anion indikator, Ind-, berbeda dari asam indikatornya. Jika larutan yang kepadanya ditambahkan indikator itu, adalah suatu asam, yaitu mengandung ion – ion hidrogen dala jumlah besar, kesetimbangan di atas akan bergeser ke kiri, yaitu warna asam indikator yang tak terdisosiasi menjadi kelihatan. Tetapi jika larutan menjadi basa, yaitu ion – ion hidrogen dihilangkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan anion indikator, dan warna larutan berubah. Perubahan warna terjadi dalam daerah jangka pH yang sempit, tetapi tertentu.

2. Penentuan pH secara kolorimetri;
Prinsip – prinsip dalam menentukan pH larutan secara eksperimen, dapat dengan lebih tepat dengan memakai buffer – buffer dan larutan indikator dalam jumlah – jumlah yang diketahui, dan membandingkan warna larutan uji dengan seperangkat larutan baku pembanding (referensi) pada kondisi – kondisi eksperimen yang identik.

3. Penentuan pH secara potensiometri;
Di antara ketiga macam bentuk penentuan pH diatas yang paling tepat untuk mengukur pH adalah dengan cara penentuan pH secara potensimetri. Cara ini digunakan berdasarkan atas pengukuran tegangan gerak elektrik suatu sel elektrokimia, yang mengandung larutan yang tidak diketahui pH-nya sebagai elektrolit, dan duah buah elektrode. Elektrode – elektrode ini dihubungkan dengan terminal – terminal sebuah voltmeter elektronik, yang kebanyakan disebut pH – meter saja. Jika telah dikalibrasi dengan baik dengan suatu buffer yang sesuai yang diketahui pH – nya, pH larutan yang tidak diketahui itu dapat dibaca langsung dari skala.

4. Pengukuran tegangan elektrik ( t.g.l. = e.m.f., electromotive force)
Pengukuran tegangan elektrik suatu sel elektrokimia dapat dianggap sebagai nilai mutlak perbedaan potensial elektrode dari kedua elektrode tersebut. Kedua elektrode yang dipakai untuk membentuk sel elektrokimia tersebut, mempunyai peranan yang berbeda dalam pengukuran, dan harus dipilih yang sesuai. Salah satu elektrode, dinamakan elektrode indikator, mendapat potensial yang bergantung pada pH larutan. Dalam praktek, elektrode dari kaca dipakai sebagai elektrode indikator. Di lain pihak, elektrode yang kedua, harus mempunyai potensial yang tetap, tak tergantung pada pH larutan, yang terhadapnya potensial elektrode indikator dapat dibandingkan dalam pelbagai larutan. Itulah sebabnya elektrode yang kedua disebut elektrode pemabnding (referensi). Dalam pengukuran – pengukuran pH, elektrode kalomel (yang jenuh) dipakai sebagai elektrode pembanding. Elektrode kalomel pada dasarnya adalah elektrode merkurium (raksa), yang potensial elektrode-nya

bergantung semata – mata pada konsentrasi ion merkurium(I) (Hg22+) dalam larutan dengan mana ia bersentuhan.

Table Komposisi kaca yang dipakai dalam pembuatan electrode – electrode kaca.
Li2O Na2O Cs2O CaO BaO La2O3 SiO2
Kaca Dole
Kaca Perley
Kaca Litium – barium –
28

24 21,4

– –
3

– 6,4

– –

8 –
4

– 72,2
65

68

(Vogel. Analisis Anorgaik Kualitatif Makro dan Semimikro. 1979)

Ahli fisiologi Claude Bernard adalah orang yang pertama menegaskan bahwa fluida tubuh menyediakan suatu “lingkungan-dalam” di mana sel – sel tubuh hidup dan melakukan berbagai fungsi – fungsi mereka dan terlindungi dari lingkuangan-luar yang berubah – ubah. Jaringan hidup sangat peka terhadap perubahan komposisi fluida yang melingkupinya, dan mekanisme pengaturan dalam tubuh yang menjaga konstanynya lingkungan-dalam tersebut teridisri dari salah satu fase yang paling penting dalam studi ilmu – ilmu biologi.

Aspek yang sangat penting dari pengaturan ini adalah pemeliharaan pH yang mendekati konstan dalam darah dan fluida – fluida lain dalam tubuh. Zat – zat yang karakternya bersifat asam atau alkali terkandung dalam makanan dan terbentuk terus – menerus oleh reaksi – reaksi metabolisme, tetapi pH darah tetap konstan dalam satuan pH (7,35 sampai 7,45).

Dua jalan utama untuk penghilangan asam dari tubuh adalah paru – paru dan ginjal. Diperkirakan bahwa dalam suatu hari manusia dewas normal menghilangkan asam tersebut, kira – kira 30 liter asam 1 M melalui paru – paru, dan kira – kira 100 mL asam 1 M melalui ginjal. Untuk menangani asam sebanyak itu, orang dewasa

normal mempunyai cukup penyangga dalam kurang lebih 5 liter darah untuk menyerap sekitar 150 mL asam 1 M. akseptor proton yang terdapat dalam jaringan, seperti otot, dapat menangani sekitar lima kali banyaknya asam dalam penyangga darah.

Penyangga – penyangga utama dalam darah adalah protein, bikarbonat, fosfat, hemoglobin (HHb), dan oksihemoglobin (HHbO2). Karbon dioksida dibentuk secara metabolis dalam jaringan dan dibawa oleh darah terutama sebagai ion bikarbonat. Reaksi yang lazimnya adalah

H2O + CO2(aq) + Hb-(aq) HHb(aq) + HCO3-
Basa Asam ke paru – paru

Perhatikan bahwa H2CO3 merupakan asam yang lebih kuat (pKa1 = 6,1 pada kondisi dalam darah) dari pada hemoglobin (pKa = 7,93); sehingga reaksi di atas cenderung bergeser menuju ke kanan. Dalam darah, pada pH 7,4; rasio bikaboat terhadap CO2 bebas dapat dihitung dari persamaan
7,4 = 6,1 + log [ HCO3- ]
[ CO2 ]

rasio [ HCO3- ] / [ CO2 ] sekitar 20 :1, menunjukkan bahwa bentuk yang dominan dalam darah adalah ion bikarbonat.

Dalam paru – paru, karbon dioksida dilepaskan oleh reaksi

HCO3-(aq) + HHbO2(aq) HbO2-(aq) + H2O + CO2(g)
Ke jaringan dibuang

Ketika darah dioksigenasi dalam paru – paru, hemoglobin diubah menjadi oksihemoglobin. Karena oksihemoglobin merupakan asam yang lebih kuat ( pKa = 6,68 ) daripada hemoglobin, maka hal ini memudahkan konversi HCO3- menjadi CO3 dengan reaksi di atas.

Sistem buffer fosfat terdapat terutama dalam sel – sel darah merah. Reaksinya adalah
H2PO4- + H2O HPO42- H3O+

pKa H2PO4- sekitar 7,2 sehingga sistem ini mempertunjukkan keefektifan maksimal yang sangat dekat ke pH fisiologis.

Dalam dunia medis, gangguan pH darah terlihat pada penyakit – penyakit tertentu. Misalnya, diabetes yang tidak terawat kadang meningkatkan keasaman yang bisa berakibat fatal. Kegagalan ginjal, atau nefritis kronis, menyebabkan retensi H2PO4- dan peningkatan jumlah karbon dioksida dalam darah:

H2PO4- + HCO3- HPO42- + H20 + CO2
( Day, R.A, Underwood, A.L. Analisa Kimia Kuantitatif. 2002).

Sifat fisik dan kimia bahan yang digunakan :
HCl
Mudah larut dalam air;
Berwujud cair;
BM 3,5
Semua garam kloridanya larut dalam air kecuali AgCl, HgCl, dan PbCl2.
NaOH
Mudah larut dalam air;
Bersifat higroskopik;
Berbentuk padatan dan berwarna putih;
BM 40

CH3COOH
Kelarutannya normal kecuali perak dan merkurium(I) asetat yang sedikit larut;
Mudah larut dalam air;
Tidak berwarna dengan bau menusuk;
Titik didih 117o , titik lebur 17o
BM 60,05
Densitas di pasaran 1,05
Mudah bercampur dengan air dalam semua perbandingan;
Bersifat korosif terhadap kulit manusia

Fungsi larutan penyangga
System larutan penyangga banyak digunakan pada berbaggai reaksi yang memerlukan pH tetap misalnya :
Kerja enzim hanya efektif pada pH tertentu, berarti memerlukan system penyangga
Dalam sel tubuh diperlukan system penyangga
Untuk mempertahankan pH darah sekitar 7,3-7,5 diperlukan system penyangga dari H2CO3 dan HCO3
Untuk mempertahankan pada pH murni diperlukan system penyangga dari NaH2PO4 dan Na2HPO4

Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan darinarkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.[butuh rujukan] Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Pada saat ini (2015) terdapat 35 jenis narkoba yang dikonsumsi pengguna narkoba di Indonesia dari yang paling murah hingga yang mahal seperti LSD. Di dunia terdapat 354 jenis narkoba.[1]

Pengertian

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Penyebaran

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.[butuh rujukan] Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.[butuh rujukan] Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.

Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan[butuh rujukan], namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.[butuh rujukan] Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Kelompok Berdasarkan Efek

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:

  • Halusinogen, yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya kokain & LSD.
  • Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
  • Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
  • Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.
  • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Jenis

  • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.

  • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhuyang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

Pemanfaatan

Ganja

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Morfin

Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.

Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.

Kokain

Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.

Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, di mana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Narkotika

Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:

Psikotropika

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, di mana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

Zat adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin. Contohnya antara lain:

Qurban

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (QS. Al Kautsar: 2). Syaikh Abdullah Alu Bassaam mengatakan, “Sebagian ulama ahli tafsir mengatakan; Yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied”.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (QS. Al Kautsar: 2). Syaikh Abdullah Alu Bassaam mengatakan, “Sebagian ulama ahli tafsir mengatakan; Yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied”. Pendapat ini dinukilkan dari Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534 Taudhihul Ahkaam, IV/450. Lihat juga Shahih Fiqih Sunnah II/366). Dalam istilah ilmu fiqih hewan qurban biasa disebut dengan nama Al Udh-hiyah yang bentuk jamaknya Al Adhaahi (dengan huruf ha’ tipis)

Pengertian Udh-hiyah

Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari Iedul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut (lihat Al Wajiz, 405 dan Shahih Fiqih Sunnah II/366)

Keutamaan Qurban

Menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama. Ibunda ‘Aisyahradhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450)

Hadis di atas didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (dhaif Ibn Majah, 671). Namun kegoncangan hadis di atas tidaklah menyebabkan hilangnya keutamaanberqurban. Banyak ulama menjelaskan bahwa menyembelih hewan qurbanpada hari idul Adlha lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau harga hewan qurban atau bahkan sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan qurban. Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah. Disamping itu, menyembelih qurban lebih menampakkan syi’ar islam dan lebih sesuai dengan sunnah (lihat Shahih Fiqh Sunnah 2/379 &Syarhul Mumthi’ 7/521).

Hukum Qurban

Dalam hal ini para ulama terbagi dalam dua pendapat:

Pertama, wajib bagi orang yang berkelapangan. Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad serta sebagian ulama pengikut Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaiminrahimahumullah. Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…” (lih.Syarhul Mumti’, III/408) Diantara dalilnya adalah hadits Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Pendapat kedua menyatakan Sunnah Mu’akkadah (ditekankan). Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama yaitu Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain. Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih). Demikian pula dikatakan oleh Abu Sarihah, “Aku melihat Abu Bakar dan Umar sementara mereka berdua tidak berqurban.” (HR. Abdur Razzaaq dan Baihaqi, sanadnya shahih) Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada riwayat sahih dari seorang sahabatpun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib.” (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/367-368, Taudhihul Ahkaam, IV/454)

Dalil-dalil di atas merupakan dalil pokok yang digunakan masing-masing pendapat. Jika dijabarkan semuanya menunjukkan masing-masing pendapat sama kuat. Sebagian ulama memberikan jalan keluar dari perselisihan dengan menasehatkan: “…selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berqurban. Karena dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan, wallahu a’lam.” (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120)

Yakinlah…! bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat, yang satu berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan yang kedua berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR. Al Bukhari 1374 & Muslim 1010).

Hewan yang Boleh Digunakan Untuk Qurban

Hewan qurban hanya boleh dari kalangan Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak tertentu) yaitu onta, sapi atau kambing dan tidak boleh selain itu. Bahkan sekelompok ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya qurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406) Dalilnya adalah firman Allah yang artinya,“Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (QS. Al Hajj: 34) Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berqurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis ternak tersebut maka qurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berqurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka qurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’, III/409)

Seekor Kambing Untuk Satu Keluarga

Seekor kambing cukup untuk qurban satu keluarga, dan pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia. Sebagaimana hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhuyang mengatakan, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih, lihat Minhaajul Muslim, 264 dan 266).

Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan qurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya kambing 1 untuk anak si A, kambing 2 untuk anak si B, karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi.

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk seluruh dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing qurban. Sebelum menyembelih beliau mengatakan:”Yaa Allah ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud 2810 & Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 4/349). Berdasarkan hadis ini, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby mengatakan: “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Adapun yang dimaksud: “…kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan onta 10 orang…” adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dst.

Namun seandainya ada orang yang hendak membantu shohibul qurban yang kekurangan biaya untuk membeli hewan, maka diperbolehkan dan tidak mempengaruhi status qurbannya. Dan status bantuan di sini adalah hadiah bagi shohibul qurban. Apakah harus izin terlebih dahulu kepada pemilik hewan?

Jawab: Tidak harus, karena dalam transaksi hadiah tidak dipersyaratkan memberitahukan kepada orang yang diberi sedekah.

Ketentuan Untuk Sapi & Onta

Seekor Sapi dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor onta untuk 10 orang. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal. 406)

Dalam masalah pahala, ketentuan qurban sapi sama dengan ketentuan qurban kambing. Artinya urunan 7 orang untuk qurban seekor sapi, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga dari 7 orang yang ikut urunan.

Arisan Qurban Kambing?

Mengadakan arisan dalam rangka berqurban masuk dalam pembahasan berhutang untuk qurban. Karena hakekat arisan adalah hutang. Sebagian ulama menganjurkan untuk berqurban meskipun harus hutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dinukil oleh Ibn Katsir dari Sufyan At Tsauri (Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj:36)(*) Demikian pula Imam Ahmad dalam masalah aqiqah. Beliau menyarankan agar orang yang tidak memiliki biaya aqiqah agar berhutang dalam rangka menghidupkan sunnah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran.

(*) Sufyan At Tsauri rahimahullah mengatakan: Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta qurban. Beliau ditanya: “Kamu berhutang untuk beli unta qurban?” beliau jawab: “Saya mendengar Allah berfirman: لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ (kamu memperoleh kebaikan yang banyak pada unta-unta qurban tersebut) (QS: Al Hajj:36).” (lih. Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj: 36).

Sebagian ulama lain menyarankan untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada berqurban. Di antaranya adalah Syaikh Ibn Utsaimin dan ulama tim fatwa islamweb.net di bawah pengawasan Dr. Abdullah Al Faqih (lih. Fatwa Syabakah Islamiyah no. 7198 & 28826). Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Jika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutang dari pada berqurban.” (Syarhul Mumti’ 7/455). Bahkan Beliau pernah ditanya tentang hukum orang yang tidak jadi qurban karena uangnya diserahkan kepada temannya yang sedang terlilit hutang, dan beliau jawab: “Jika di hadapkan dua permasalahan antara berqurban atau melunaskan hutang orang faqir maka lebih utama melunasi hutang, lebih-lebih jika orang yang sedang terlilit hutang tersebut adalah kerabat dekat.” (lih. Majmu’ Fatawa & Risalah Ibn Utsaimin 18/144).

Namun pernyataan-pernyataan ulama di atas tidaklah saling bertentangan. Karena perbedaan ini didasari oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang. Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika qurban dipahami untuk kasus orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang atau kasus hutang yang jatuh temponya masih panjang. Sedangkan anjuran sebagian ulama untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada qurban dipahami untuk kasus orang yang kesulitan melunasi hutang atau hutang yang menuntut segera dilunasi. Dengan demikian, jika arisan qurban kita golongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berqurban dengan arisan adalah satu hal yang baik. Wallahu a’lam.

Qurban Kerbau?

Para ulama’ menyamakan kerbau dengan sapi dalam berbagai hukum dan keduanya disikapi sebagai satu jenis (Mausu’ah Fiqhiyah Quwaithiyah2/2975). Ada beberapa ulama yang secara tegas membolehkan berqurban dengan kerbau, dari kalangan Syafi’iyah (lih. Hasyiyah Al Bajirami) maupun dari Hanafiyah (lih. Al ‘Inayah Syarh Hidayah 14/192 dan Fathul Qodir 22/106). Mereka menganggap keduanya satu jenis.

Syaikh Ibn Al Utasimin pernah ditanya tentang hukum qurban dengan kerbau.

Pertanyaan:

“Kerbau dan sapi memiliki perbedaan dalam banyak sifat sebagaimana kambing dengan domba. Namun Allah telah merinci penyebutan kambing dengan domba tetapi tidak merinci penyebutan kerbau dengan sapi, sebagaimana disebutkan dalam surat Al An’am 143. Apakah boleh berqurban dengan kerbau?”

Beliau menjawab:

“Jika hakekat kerbau termasuk sapi maka kerbau sebagaimana sapi namun jika tidak maka (jenis hewan) yang Allah sebut dalam alqur’an adalah jenis hewan yang dikenal orang arab, sedangkan kerbau tidak termasuk hewan yang dikenal orang arab.” (Liqa’ Babil Maftuh 200/27)

Jika pernyataan Syaikh Ibn Utsaimin kita bawa pada penjelasan ulama di atas maka bisa disimpulkan bahwa qurban kerbau hukumnya sah, karena kerbau sejenis dengan sapi. Wallahu a’lam.

Urunan Qurban Satu Sekolahan

Terdapat satu tradisi di lembaga pendidikan di daerah kita, ketika iedul adha tiba sebagian sekolahan menggalakkan kegiatan latihan qurban bagi siswa. Masing-masing siswa dibebani iuran sejumlah uang tertentu. Hasilnya digunakan untuk membeli kambing dan disembelih di hari-hari qurban.Apakah ini bisa dinilai sebagai ibadah qurban?

Perlu dipahami bahwa qurban adalah salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki aturan tertentu sebagaimana yang digariskan oleh syari’at. Keluar dari aturan ini maka tidak bisa dinilai sebagai ibadah qurban alias qurbannya tidak sah. Di antara aturan tersebut adalah masalah pembiayaan. Sebagaimana dipahami di muka, biaya pengadaan untuk seekor kambing hanya boleh diambilkan dari satu orang. Oleh karena itu kasus tradisi ‘qurban’ seperti di atas tidak dapat dinilai sebagai qurban.

Berqurban Atas Nama Orang yang Sudah Meninggal?

Berqurban untuk orang yang telah meninggal dunia dapat dirinci menjadi tiga bentuk:

  • Orang yang meninggal bukan sebagai sasaran qurban utama namun statusnya mengikuti qurban keluarganya yang masih hidup. Misalnya seseorang berqurban untuk dirinya dan keluarganya sementara ada di antara keluarganya yang telah meninggal. Berqurban jenis ini dibolehkan dan pahala qurbannya meliputi dirinya dan keluarganya meskipun ada yang sudah meninggal.
  • Berqurban khusus untuk orang yang telah meninggal tanpa ada wasiat dari mayit. Sebagian ulama madzhab hambali menganggap ini sebagai satu hal yang baik dan pahalanya bisa sampai kepada mayit, sebagaimana sedekah atas nama mayit (lih. Fatwa Majlis Ulama Saudino. 1474 & 1765). Namun sebagian ulama’ bersikap keras dan menilai perbuatan ini sebagai satu bentuk bid’ah, mengingat tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada riwayat bahwasanya beliau berqurban atas nama Khadijah, Hamzah, atau kerabat beliau lainnya yang mendahului beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Berqurban khusus untuk orang yang meninggal karena mayit pernah mewasiatkan agar keluarganya berqurban untuknya jika dia meninggal. Berqurban untuk mayit untuk kasus ini diperbolehkan jika dalam rangka menunaikan wasiat si mayit. (Dinukil dari catatan kaki Syarhul Mumti’yang diambil dari Risalah Udl-hiyah Syaikh Ibn Utsaimin 51.

Umur Hewan Qurban

Untuk onta dan sapi: Jabir meriwayatkan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelihdomba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)

Musinnah adalah hewan ternak yang sudah dewasa, dengan rincian:

No.

Hewan

Umur minimal

1.

Onta

5 tahun

2.

Sapi

2 tahun

3.

Kambing jawa

1 tahun

4.

Domba/ kambing gembel

6 bulan
(domba Jadza’ah)

(lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/371-372, Syarhul Mumti’, III/410, Taudhihul Ahkaam, IV/461)

Cacat Hewan Qurban

Cacat hewan qurban dibagi menjadi 3:

Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4 (**):

  • Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya: Jika butanya belum jelas – orang yang melihatnya menilai belum buta – meskipun pada hakekatnya kambing tersebut satu matanya tidak berfungsi maka boleh diqurbankan. Demikian pula hewan yang rabun senja. ulama’ madzhab syafi’iyah menegaskan hewan yang rabun boleh digunakan untuk qurban karena bukan termasuk hewan yang buta sebelah matanya.
  • Sakit dan tampak sekali sakitnya.
  • Pincang dan tampak jelas pincangnya: Artinya pincang dan tidak bisa berjalan normal. Akan tetapi jika baru kelihatan pincang namun bisa berjalan dengan baik maka boleh dijadikan hewan qurban.
  • Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.

Dan jika ada hewan yang cacatnya lebih parah dari 4 jenis cacat di atas maka lebih tidak boleh untuk digunakan berqurban. (lih. Shahih Fiqih Sunnah, II/373 & Syarhul Mumti’ 3/294).

Cacat yang menyebabkan makruh untuk berqurban, ada 2 (***):

  • Sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong
  • Tanduknya pecah atau patah (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/373)

Cacat yang tidak berpengaruh pada hewan qurban (boleh dijadikan untuk qurban) namun kurang sempurna.

Selain 6 jenis cacat di atas atau cacat yang tidak lebih parah dari itu maka tidak berpengaruh pada status hewan qurban. Misalnya tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung. Wallahu a’lam

(lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/373)

(**) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang cacat hewan apa yang harus dihindari ketika berqurban. Beliau menjawab: “Ada empat cacat… dan beliau berisyarat dengan tangannya.” (HR. Ahmad 4/300 & Abu Daud 2802, dinyatakan Hasan-Shahih oleh Turmudzi). Sebagian ulama menjelaskan bahwa isyarat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangannya ketika menyebutkan empat cacat tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membatasi jenis cacat yang terlarang. Sehingga yang bukan termasuk empat jenis cacat sebagaimana dalam hadis boleh digunakan sebagai qurban. (Syarhul Mumthi’ 7/464)

(***) Terdapat hadis yang menyatakan larangan berqurban dengan hewan yang memilki dua cacat, telinga terpotong atau tanduk pecah. Namun hadisnya dlo’if, sehingga sebagian ulama menggolongkan cacat jenis kedua ini hanya menyebabkan makruh dipakai untuk qurban. (Syarhul Mumthi’7/470)

Hewan yang Disukai dan Lebih Utama untuk Diqurbankan

Hendaknya hewan yang diqurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “…barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu adalah berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32). Berdasarkan ayat ini Imam Syafi’irahimahullah menyatakan bahwa orang yang berqurban disunnahkan untuk memilih hewan qurban yang besar dan gemuk. Abu Umamah bin Sahl mengatakan, “Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara mu’allaq namun secara tegas dan dimaushulkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Mustakhraj, sanadnya hasan)

Diantara ketiga jenis hewan qurban maka menurut mayoritas ulama yang paling utama adalah berqurban dengan onta, kemudian sapi kemudian kambing, jika biaya pengadaan masing-masing ditanggung satu orang (bukan urunan). Dalilnya adalah jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya oleh Abu Dzar radhiallahu ‘anhu tentang budak yang lebih utama. Beliau bersabda, “Yaitu budak yang lebih mahal dan lebih bernilai dalam pandangan pemiliknya” (HR. Bukhari dan Muslim). (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/374)

Manakah yang Lebih Baik, Ikut Urunan Sapi atau Qurban Satu Kambing?

Sebagian ulama menjelaskan qurban satu kambing lebih baik dari pada ikut urunan sapi atau onta, karena tujuh kambing manfaatnya lebih banyak dari pada seekor sapi (lih. Shahih Fiqh Sunnah, 2/375, Fatwa Lajnah Daimah no. 1149 & Syarhul Mumthi’ 7/458). Disamping itu, terdapat alasan lain diantaranya:

  • Qurban yang sering dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utuh satu ekor, baik kambing, sapi, maupun onta, bukan 1/7 sapi atau 1/10 onta.
  • Kegiatan menyembelihnya lebih banyak. Lebih-lebih jika hadis yang menyebutkan keutamaan qurban di atas statusnya shahih. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh penulis kitab Al Muhadzab Al Fairuz Abadzi As Syafi’i. (lih. Al Muhadzab 1/74)
  • Terdapat sebagian ulama yang melarang urunan dalam berqurban, diantaranya adalah Mufti Negri Saudi Syaikh Muhammad bin Ibrahim (lih.Fatwa Lajnah 11/453). Namun pelarangan ini didasari dengan qiyas (analogi) yang bertolak belakang dengan dalil sunnah, sehingga jelas salahnya.

Apakah Harus Jantan?

Tidak ada ketentuan jenis kelamin hewan qurban. Boleh jantan maupun betina. Dari Umu Kurzin radliallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aqiqah untuk anal laki-laki dua kambing dan anak perempuan satu kambing. Tidak jadi masalah jantan maupun betina.” (HR. Ahmad 27900 & An Nasa’i 4218 dan dishahihkan Syaikh Al Albani). Berdasarkan hadis ini, Al Fairuz Abadzi As Syafi’i mengatakan: “Jika dibolehkan menggunakan hewan betina ketika aqiqah berdasarkan hadis ini, menunjukkan bahwa hal ini juga boleh untuk berqurban.” (Al Muhadzab 1/74)

Namun umumnya hewan jantan itu lebih baik dan lebih mahal dibandingkan hewan betina. Oleh karena itu, tidak harus hewan jantan namun diutamakan jantan.

Larangan Bagi yang Hendak Berqurban

Orang yang hendak berqurban dilarang memotong kuku dan memotong rambutnya (yaitu orang yang hendak qurban bukan hewan qurbannya). Dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,“Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berqurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kulitnya.” (HR. Muslim). Larangan tersebut berlaku untuk cara apapun dan untuk bagian manapun, mencakup larangan mencukur gundul atau sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (lihatShahih Fiqih Sunnah, II/376).

Apakah larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga ataukah berlaku juga untuk anggota keluarga shohibul qurban?

Jawab: Larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga (shohibul qurban) dan tidak berlaku bagi anggota keluarganya. Karena 2 alasan:

  • Dlahir hadis menunjukkan bahwa larangan ini hanya berlaku untuk yang mau berqurban.
  • Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berqurban untuk dirinya dan keluarganya. Namun belum ditemukan riwayat bahwasanya beliau menyuruh anggota keluarganya untuk tidak memotong kuku maupun rambutnya. (Syarhul Mumti’ 7/529)

Waktu Penyembelihan

Waktu penyembelihan qurban adalah pada hari Iedul Adha dan 3 hari sesudahnya (hari tasyriq). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Setiap hari taysriq adalah (hari) untuk menyembelih (qurban).” (HR. Ahmad dan Baihaqi) Tidak ada perbedaan waktu siang ataupun malam. Baik siang maupun malam sama-sama dibolehkan. Namun menurut Syaikh Al Utsaimin, melakukan penyembelihan di waktu siang itu lebih baik. (Tata Cara Qurban Tuntunan Nabi, hal. 33). Para ulama sepakat bahwa penyembelihan qurban tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya fajar di hari Iedul Adha. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat Ied maka sesungguhnya dia menyembelih untuk dirinya sendiri (bukan qurban). Dan barangsiapa yang menyembelih sesudah shalat itu maka qurbannya sempurna dan dia telah menepati sunnahnya kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim) (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/377)

Tempat Penyembelihan

Tempat yang disunnahkan untuk menyembelih adalah tanah lapangan tempat shalat ‘ied diselenggarakan. Terutama bagi imam/penguasa/tokoh masyarakat, dianjurkan untuk menyembelih qurbannya di lapangan dalam rangka memberitahukan kepada kaum muslimin bahwa qurban sudah boleh dilakukan dan mengajari tata cara qurban yang baik. Ibnu ‘Umar mengatakan,“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyembelih kambing dan onta (qurban) di lapangan tempat shalat.” (HR. Bukhari 5552).

Dan dibolehkan untuk menyembelih qurban di tempat manapun yang disukai, baik di rumah sendiri ataupun di tempat lain. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/378)

Penyembelih Qurban

Disunnahkan bagi shohibul qurban untuk menyembelih hewan qurbannya sendiri namun boleh diwakilkan kepada orang lain. Syaikh Ali bin Hasan mengatakan: “Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama’ dalam masalah ini.” Hal ini berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalibradhiallahu ‘anhu di dalam Shahih Muslim yang menceritakan bahwa pada saat qurban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyembelih beberapa onta qurbannya dengan tangan beliau sendiri kemudian sisanya diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu untuk disembelih. (lih.Ahkaamul Idain, 32)

Tata Cara Penyembelihan

  • Sebaiknya pemilik qurban menyembelih hewan qurbannya sendiri.
  • Apabila pemilik qurban tidak bisa menyembelih sendiri maka sebaiknya dia ikut datang menyaksikan penyembelihannya.
  • Hendaknya memakai alat yang tajam untuk menyembelih.
  • Hewan yang disembelih dibaringkan di atas lambung kirinya dan dihadapkan ke kiblat. Kemudian pisau ditekan kuat-kuat supaya cepat putus.
  • Ketika akan menyembelih disyari’akan membaca “Bismillaahi wallaahu akbar” ketika menyembelih. Untuk bacaan bismillah (tidak perlu ditambahi Ar Rahman dan Ar Rahiim) hukumnya wajib menurut Imam Abu Hanifah, Malik dan Ahmad, sedangkan menurut Imam Syafi’i hukumnya sunnah. Adapun bacaan takbir – Allahu akbar – para ulama sepakat kalau hukum membaca takbir ketika menyembelih ini adalah sunnah dan bukan wajib. Kemudian diikuti bacaan:
    • hadza minka wa laka.” (HR. Abu Dawud 2795) Atau
    • hadza minka wa laka ‘anni atau ‘an fulan (disebutkan nama shahibul qurban).” atau
    • Berdoa agar Allah menerima qurbannya dengan doa, “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shahibul qurban)” (lih. Tata Cara Qurban Tuntunan Nabi, hal. 92)Catatan: Tidak terdapat do’a khusus yang panjang bagi shohibul qurban ketika hendak menyembelih. Wallahu a’lam.

Bolehkah Mengucapkan Shalawat Ketika Menyembelih?

Tidak boleh mengucapkan shalawat ketika hendak menyembelih, karena 2 alasan:

  • Tidak terdapat dalil bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengucapkan shalawat ketika menyembelih. Sementara beribadah tanpa dalil adalah perbuatan bid’ah.
  • Bisa jadi orang akan menjadikan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai wasilah ketika qurban. Atau bahkan bisa jadi seseorang membayangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyembelih, sehingga sembelihannya tidak murni untuk Allah. (lih.Syarhul Mumti’ 7/492)

Pemanfaatan Hasil Sembelihan

Bagi pemilik hewan qurban dibolehkan memanfaatkan daging qurbannya, melalui:

  • Dimakan sendiri dan keluarganya, bahkan sebagian ulama menyatakanshohibul qurban wajib makan bagian hewan qurbannya. Termasuk dalam hal ini adalah berqurban karena nadzar menurut pendapat yang benar.
  • Disedekahkan kepada orang yang membutuhkan
  • Dihadiahkan kepada orang yang kaya
  • Disimpan untuk bahan makanan di lain hari. Namun penyimpanan ini hanya dibolehkan jika tidak terjadi musim paceklik atau krisis makanan.

Dari Salamah bin Al Akwa’ dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang berqurban maka jangan sampai dia menjumpai subuh hari ketiga sesudah Ied sedangkan dagingnya masih tersisa walaupun sedikit.” Ketika datang tahun berikutnya maka para sahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu ?” Maka beliau menjawab, “(Adapun sekarang) Makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami kesulitan (makanan) sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Menurut mayoritas ulama perintah yang terdapat dalam hadits ini menunjukkan hukum sunnah, bukan wajib (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/378). Oleh sebab itu, boleh mensedekahkan semua hasil sembelihan qurban. Sebagaimana diperbolehkan untuk tidak menghadiahkannya (kepada orang kaya, ed.) sama sekali kepada orang lain (Minhaajul Muslim, 266). (artinya hanya untuk shohibul qurban dan sedekah pada orang miskin, ed.)

Bolehkah Memberikan Daging Qurban Kepada Orang Kafir?

Ulama madzhab Malikiyah berpendapat makruhnya memberikan daging qurban kepada orang kafir, sebagaimana kata Imam Malik: “(diberikan) kepada selain mereka (orang kafir) lebih aku sukai.” Sedangkan syafi’iyah berpendapat haramnya memberikan daging qurban kepada orang kafir untuk qurban yang wajib (misalnya qurban nadzar, pen.) dan makruh untuk qurban yang sunnah. (lih. Fatwa Syabakah Islamiyah no. 29843). Al Baijuri As Syafi’I mengatakan: “Dalam Al Majmu’ (Syarhul Muhadzab) disebutkan, boleh memberikan sebagian qurban sunnah kepada kafir dzimmi yang faqir. Tapi ketentuan ini tidak berlaku untuk qurban yang wajib.” (Hasyiyah Al Baijuri2/310)

Lajnah Daimah (Majlis Ulama’ saudi Arabia) ditanya tentang bolehkah memberikan daging qurban kepada orang kafir.

Jawaban Lajnah:

“Kita dibolehkan memberi daging qurban kepada orang kafir Mu’ahid (****) baik karena statusnya sebagai orang miskin, kerabat, tetangga, atau karena dalam rangka menarik simpati mereka… namun tidak dibolehkan memberikan daging qurban kepada orang kafir Harby, karena kewajiban kita kepada kafir harby adalah merendahkan mereka dan melemahkan kekuatan mereka. Hukum ini juga berlaku untuk pemberian sedekah. Hal ini berdasarkan keumuman firman Allah:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah 8)

Demikian pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan Asma’ binti Abu Bakr radhiallahu ‘anhu untuk menemui ibunya dengan membawa harta padahal ibunya masih musyrik.” (Fatwa Lajnah Daimah no. 1997).

Kesimpulannya, memberikan bagian hewan qurban kepada orang kafir dibolehkan karena status hewan qurban sama dengan sedekah atau hadiah, dan diperbolehkan memberikan sedekah maupun hadiah kepada orang kafir. Sedangkan pendapat yang melarang adalah pendapat yang tidak kuat karena tidak berdalil.

(****) Kafir Mu’ahid: Orang kafir yang mengikat perjanjian damai dengan kaum muslimin. Termasuk orang kafir mu’ahid adalah orang kafir yang masuk ke negeri islam dengan izin resmi dari pemerintah. Kafir Harby: Orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Kafir Dzimmi: Orang kafir yang hidup di bawah kekuasaan kaum muslimin.

Larangan Memperjual-Belikan Hasil Sembelihan

Tidak diperbolehkan memperjual-belikan bagian hewan sembelihan, baik daging, kulit, kepala, teklek, bulu, tulang maupun bagian yang lainnya. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aku untuk mengurusi penyembelihan onta qurbannya. Beliau juga memerintahkan saya untuk membagikan semua kulit tubuh serta kulit punggungnya. Dan saya tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun darinya kepada tukang jagal.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan terdapat ancaman keras dalam masalah ini, sebagaimana hadis berikut:

من باع جلد أضحيته فلا أضحية له

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Barang siapa yang menjual kulit hewan qurbannya maka ibadah qurbannya tidak ada nilainya.” (HR. Al Hakim 2/390 & Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan: Hasan)

Tetang haramnya pemilik hewan menjual kulit qurban merupakan pendapat mayoritas ulama, meskipun Imam Abu Hanifah menyelisihi mereka. Namun mengingat dalil yang sangat tegas dan jelas maka pendapat siapapun harus disingkirkan.

Catatan:

  • Termasuk memperjual-belikan bagian hewan qurban adalah menukar kulit atau kepala dengan daging atau menjual kulit untuk kemudian dibelikan kambing. Karena hakekat jual-beli adalah tukar-menukar meskipun dengan selain uang.
  • Transaksi jual-beli kulit hewan qurban yang belum dibagikan adalah transaksi yang tidak sah. Artinya penjual tidak boleh menerima uang hasil penjualan kulit dan pembeli tidak berhak menerima kulit yang dia beli. Hal ini sebagaimana perkataan Al Baijuri: “Tidak sah jual beli (bagian dari hewan qurban) disamping transaksi ini adalah haram.” Beliau juga mengatakan: “Jual beli kulit hewan qurban juga tidak sah karena hadis yang diriwayatkan Hakim (baca: hadis di atas).” (Fiqh Syafi’i 2/311).
  • Bagi orang yang menerima kulit dibolehkan memanfaatkan kulit sesuai keinginannya, baik dijual maupun untuk pemanfaatan lainnya, karena ini sudah menjadi haknya. Sedangkan menjual kulit yang dilarang adalah menjual kulit sebelum dibagikan (disedekahkan), baik yang dilakukan panitia maupun shohibul qurban.

Larangan Mengupah Jagal Dengan Bagian Hewan Sembelihan

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bahwa “Beliau pernah diperintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengurusi penyembelihan ontanya dan agar membagikan seluruh bagian dari sembelihan onta tersebut, baik yang berupa daging, kulit tubuh maupun pelana. Dan dia tidak boleh memberikannya kepada jagal barang sedikitpun.” (HR. Bukhari dan Muslim) dan dalam lafaz lainnya beliau berkata, “Kami mengupahnya dari uang kami pribadi.” (HR. Muslim). Danini merupakan pendapat mayoritas ulama (lihatShahih Fiqih Sunnah, II/379)

Syaikh Abdullah Al Bassaam mengatakan, “Tukang jagal tidak boleh diberi daging atau kulitnya sebagai bentuk upah atas pekerjaannya. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Yang diperbolehkan adalah memberikannya sebagai bentuk hadiah jika dia termasuk orang kaya atau sebagai sedekah jika ternyata dia adalah miskin…..” (Taudhihul Ahkaam, IV/464). Pernyataan beliau semakna dengan pernyataan Ibn Qosim yang mengatakan: “Haram menjadikan bagian hewan qurban sebagai upah bagi jagal.” Perkataan beliau ini dikomentari oleh Al Baijuri: “Karena hal itu (mengupah jagal) semakna dengan jual beli. Namun jika jagal diberi bagian dari qurban dengan status sedekah bukan upah maka tidak haram.” (Hasyiyah Al Baijuri As Syafi’i 2/311).

Adapun bagi orang yang memperoleh hadiah atau sedekah daging qurban diperbolehkan memanfaatkannya sekehendaknya, bisa dimakan, dijual atau yang lainnya. Akan tetapi tidak diperkenankan menjualnya kembali kepada orang yang memberi hadiah atau sedekah kepadanya (Tata Cara Qurban Tuntunan Nabi, 69)

Menyembelih Satu Kambing Untuk Makan-Makan Panitia? Atau Panitia Dapat Jatah Khusus?

Status panitia maupun jagal dalam pengurusan hewan qurban adalah sebagai wakil dari shohibul qurban dan bukan amil (*****). Karena statusnya hanya sebagai wakil maka panitia qurban tidak diperkenankan mengambil bagian dari hewan qurban sebagai ganti dari jasa dalam mengurusi hewan qurban.Untuk lebih memudahkan bisa diperhatikan ilustrasi kasus berikut:

Adi ingin mengirim uang Rp 1 juta kepada Budi. Karena tidak bisa ketemu langsung maka Adi mengutus Rudi untuk mengantarkan uang tersebut kepada Budi. Karena harus ada biaya transport dan biaya lainnya maka Adi memberikan sejumlah uang kepada Rudi. Bolehkah uang ini diambilkan dari uang Rp 1 juta yang akan dikirimkan kepada Budi?? Semua orang akan menjawab: “TIDAK BOLEH KARENA BERARTI MENGURANGI UANGNYA BUDI.”

Status Rudi pada kasus di atas hanyalah sebagai wakil Adi. Demikian pula qurban. Status panitia hanya sebagai wakil pemilik hewan, sehingga dia tidak boleh mengambil bagian qurban sebagai ganti dari jasanya. Oleh karena itu, jika menyembelih satu kambing untuk makan-makan panitia, atau panitia dapat jatah khusus sebagai ganti jasa dari kerja yang dilakukan panitia maka ini tidak diperbolehkan.

(*****) Sebagian orang menyamakan status panitia qurban sebagaimana status amil dalam zakat. Bahkan mereka meyebut panitia qurban dengan ‘amil qurban’. Akibatnya mereka beranggapan panitia memiliki jatah khusus dari hewan qurban sebagaimana amil zakat memiliki jatah khusus dari harta zakat. Yang benar, amil zakat tidaklah sama dengan panitia pengurus qurban. Karena untuk bisa disebut amil, harus memenuhi beberapa persyaratan. Sementara pengurus qurban hanya sebatas wakil dari shohibul qurban, sebagaimana status sahabat Ali radhiallahu ‘anhu dalam mengurusi qurban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak ada riwayat Ali radhiallahu ‘anhumendapat jatah khusus dari qurbannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nasehat & Solusi Untuk Masalah Kulit

Satu penyakit kronis yang menimpa ibadah qurban kaum muslimin bangsa kita, mereka tidak bisa lepas dari ‘fiqh praktis’ menjual kulit atau menggaji jagal dengan kulit. Memang kita akui ini adalah jalan pintas yang paling cepat untuk melepaskan diri dari tanggungan mengurusi kulit. Namun apakah jalan pintas cepat ini menjamin keselamatan??? Bertaqwalah kepada Allah wahai kaum muslimin… sesungguhnya ibadah qurban telah diatur dengan indah dan rapi oleh Sang Peletak Syari’ah. Jangan coba-coba untuk keluar dari aturan ini karena bisa jadi qurban kita tidak sah. Berusahalah untuk senantiasa berjalan sesuai syari’at meskipun jalurnya ‘kelihatannya’ lebih panjang dan sedikit menyibukkan. Jangan pula terkecoh dengan pendapat sebagian orang, baik ulama maupun yang ngaku-ngaku ulama, karena orang yang berhak untuk ditaati secara mutlak hanya satu yaitu Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka semua pendapat yang bertentangan dengan hadis beliau harus dibuang jauh-jauh.

Tidak perlu bingung dan merasa repot. Bukankah Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu pernah mengurusi qurbannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jumlahnya 100 ekor onta?! Tapi tidak ada dalam catatan sejarah Ali bin Abi thalib radhiallahu ‘anhu bingung ngurusi kulit dan kepala. Demikianlah kemudahan yang Allah berikan bagi orang yang 100% mengikuti aturan syari’at. Namun bagi mereka (baca: panitia) yang masih merasa bingung ngurusi kulit, bisa dilakukan beberapa solusi berikut:

  • Kumpulkan semua kulit, kepala, dan kaki hewan qurban. Tunjuk sejumlah orang miskin sebagai sasaran penerima kulit. Tidak perlu diantar ke rumahnya, tapi cukup hubungi mereka dan sampaikan bahwa panitia siap menjualkan kulit yang sudah menjadi hak mereka. Dengan demikian, status panitia dalam hal ini adalah sebagai wakil bagi pemilik kulit untuk menjualkan kulit, bukan wakil dari shohibul qurban dalam menjual kulit.
  • Serahkan semua atau sebagian kulit kepada yayasan islam sosial (misalnya panti asuhan atau pondok pesantren). (Terdapat Fatwa Lajnah yang membolehkan menyerahkan bagian hewan qurban kepada yayasan).

Mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan qurban di tempat tujuan (di luar daerah pemilik hewan) dan disembelih di tempat tersebut? atau mengirimkan hewan hidup ke tempat lain untuk di sembelih di sana?

Pada asalnya tempat menyembelih qurban adalah daerah orang yang berqurban. Karena orang-orang yang miskin di daerahnya itulah yang lebih berhak untuk disantuni. Sebagian syafi’iyah mengharamkan mengirim hewan qurban atau uang untuk membeli hewan qurban ke tempat lain – di luar tempat tinggal shohibul qurban – selama tidak ada maslahat yang menuntut hal itu, seperti penduduk tempat shohibul qurban yang sudah kaya sementara penduduk tempat lain sangat membutuhkan. Sebagian ulama membolehkan secara mutlak (meskipun tidak ada tuntutan maslahat). Sebagai jalan keluar dari perbedaan pendapat, sebagian ulama menasehatkan agar tidak mengirim hewan qurban ke selain tempat tinggalnya. Artinya tetap disembelih di daerah shohibul qurban dan yang dikirim keluar adalah dagingnya. (lih. Fatwa Syabakah Islamiyah no. 2997, 29048, dan 29843 & Shahih Fiqih Sunnah, II/380

Kesimpulannya, berqurban dengan model seperti ini (mengirim hewan atau uang dan bukan daging) termasuk qurban yang sah namun menyelisihi sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tiga hal:

  • Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radiallahu ‘anhumtidak pernah mengajarkannya
  • Hilangnya sunnah anjuran untuk disembelih sendiri oleh shohibul qurban
  • Hilangnya sunnah anjuran untuk makan bagian dari hewan qurban.

Wallaahu waliyut taufiq.

Bagi para pembaca yang ingin membaca penjelasan yang lebih lengkap dan memuaskan silakan baca buku Tata Cara Qurban Tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diterjemahkan Ustadz Aris Munandar hafizhahullah dariTalkhish Kitab Ahkaam Udh-hiyah wadz Dzakaah karya Syaikh Al Utsaiminrahimahullah, penerbit Media Hidayah. Semoga risalah yang ringkas sebagai pelengkap untuk tulisan saudaraku Abu Muslih hafizhahullah ini bermanfaat dan menjadi amal yang diterima oleh Allah ta’ala, sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta seluruh pengikut beliau yang setia. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin.

Yogyakarta, 1 Dzul hijjah 1428

Keutamaan Tanggal 1 Sampai 10 Dzul Hijjah

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما من أيّام العمل الصّالح فيها أحبّ إلى اللّه من هذه الأيّام – يعني أيّام العشر – قالوا : يا رسول اللّه ولا الجهاد في سبيل اللّه ؟ قال : ولا الجهاد في سبيل اللّه ، إلاّ رجل خرج بنفسه وماله ، فلم يرجع من ذلك بشيء.

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan selama 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah.” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud & dishahihkan Syaikh Al Albani)

Berdasarkan hadis tersebut, ulama’ sepakat dianjurkannya berpuasa selama 8 hari pertama bulan Dzul hijjah. Dan lebih ditekankan lagi pada tanggal 9 Dzul Hijjah (Hari ‘Arafah)

Diceritakan oleh Al Mundziri dalam At Targhib (2/150) bahwa Sa’id bin Jubair (Murid terbaik Ibn Abbas) ketika memasuki tanggal satu Dzul Hijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah sampai hampir tidak bisa mampu melakukannya.

Bagaimana dengan Puasa Hari Tarwiyah (8 Dzul Hijjah) Secara Khusus?

Terdapat hadis yang menyatakan: “Orang yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala puasa satu tahun.” Namun hadis ini hadits palsusebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Zauzy (Al Maudhu’at 2/198), As Suyuthi (Al Masnu’ 2/107), As Syaukani (Al Fawaidul Majmu’ah).

Oleh karena itu, tidak perlu berniat khusus untuk berpuasa pada tanggal 8 Dzul Hijjah karena hadisnya dhaif. Namun jika berpuasa karena mengamalkan keumuman hadis shahih di atas maka diperbolehkan. (disarikan dari Fatwa Yas-aluunaka, Syaikh Hissamuddin ‘Affaanah). Wallaahu a’lam.

***

Penulis: Ammi Nur Baits
Artikel www.muslim.or.id
Artikel ini merupakan tulisan yang melengkapi artikel tentang Fiqh Qurbanyang ditulis Al Akh Al Fadhil Abu Mushlih Ari Wahyudi

qurban fix


Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Dukung pelunasan markaz dakwah YPIA di Yogyakarta. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:

  1. Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801.
  2. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594
  3. Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329.
  4. CIMB Niaga Syariah atasn ama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0.
  5. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id
  6. Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122

Malikat Punya Berapakh Pasilatis Mampu Berkorban Tapi Tidak Melaksanakan Jangan Sekali Kali Manfaat Daging Bagian Kepala Kambing Manfaat Kurban Sapi Pada Idul Qurban Mengapa Qurban Harus Hewan Qurban

In this article

Ammi Nur Baits, S.T., B.A.

S1 Jurusan Teknik Nuklir UGM, S1 Jurusan Fikih dan Ushul Fikih Al Madinah International University, pengasuh situs konsultasisyariah.com, kontributor di Yufid.TV